426 Siswa SMA Teladan Jogja Diduga Keracunan Menu MBG

426 Siswa SMA Teladan Jogja Diduga Keracunan Menu MBG

Adji G Rinepta - detikJogja
Kamis, 16 Okt 2025 13:46 WIB
Pembagian MBG di SMA 1 Teladan Jogja, Kamis (16/10/2025).
Pembagian MBG di SMA 1 Teladan Jogja, Kamis (16/10/2025). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

426 siswa SMA Negeri 1 Jogja atau SMA Teladan mengeluh sakit perut hingga diare setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) Rabu (15/10). Gejala keracunan itu mulai dirasakan para siswa pada Kamis (16/10) dini hari.

Kepala SMA Teladan Jogja, Ngadiya menjelaskan pihak sekolah baru mendapat laporan dari para siswanya tadi pagi. Jumlah siswa yang terdata mengalami gejala sekitar 43% dari total 972 jumlah keseluruhan siswa.

"Ada yang diare sampai dua kali, tiga kali, tapi juga ada yang hanya sakit perut saja," papar Ngadiya saat ditemui di SMA 1 Jogja, Kamis (16/10/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian tadi pagi kami kroscek ke seluruh kelas di SMA 1 Jogja. Dari hasilnya, siswa kami yang berjumlah 972 orang, tercatat 426 siswa mengalami sakit perut tadi malam, sekitar pukul 1 sampai pukul 3 dini hari," sambungnya.

Ngadiya mengatakan kejadian ini baru terjadi sekali ini di sekolahnya. Siswa merasakan gejala saat tidur di malam hari. Menurutnya, sebagian berobat ke fasyankes namun tidak sampai dirawat inap, sebagian siswa hanya diobati di rumah masing-masing.

ADVERTISEMENT

"Tadi pagi ada beberapa yang masih merasa sakit perut, tapi sudah diberi obat di UKS dan pulang belajar seperti biasa," ungkap Ngadiya.

"Alhamdulillah tidak ada (rawat inap). Saat ini kami juga sedang mengambil beberapa sampel makanan dari rumah siswa dan dari sekolah untuk diperiksa lebih lanjut," imbuhnya.

Dia mengatakan ada 33 siswa yang tidak masuk hari ini. Beberapa dari mereka izin karena alasan lain.

"Jadi kalau dipersentasekan, sekitar 43,82 persen siswa mengalami sakit perut. Tapi, setelah kami cek pagi ini, sebagian besar tetap masuk sekolah. Hanya 33 siswa yang tidak masuk hari ini, meskipun dari jumlah itu ada yang sakit dan ada yang izin karena alasan lain," ujarnya.

Ngadiya mengonfirmasi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wirobrajan hingga Pihak puskesmas sudah mendatangi sekolah. Dari pernyataan pihak SPPG, sumber masalahnya ada di ayam dalam menu MBG.

Adapun menu MBG kemarin yang disantap siswa, kata Ngadiya, adalah nasi, ayam saus bbq, salat, dan pisang.

"Dari pihak SPPG mengakui bahwa kemungkinan memang ada keracunan dari MBG yaitu dari ayamnya. Keterangan dari pihak SPPG, proses memasaknya kemruputen (terlalu awal), jadi terlalu mruput masaknya," ungkapnya.

"Sehingga ayam dikirim ke sekolah sudah agak lama. Seharusnya masak sekitar jam 8, di-packing jam 9, dan dikirim ke sini jam 11. Tapi kemruputen lah," lanjut Ngadiya.

Lebih lanjut Ngadiya mengatakan, pihak SPPG Wirobrajan mengaku siap bertanggungjawab atas kejadian ini.

"Mereka (SPPG) menyatakan akan bertanggung jawab dan meng-cover semua kebutuhan penanganan. Masih, (MBG) tetap berjalan. Tapi mereka memastikan hal seperti ini tidak terulang lagi, dan akan diamati reaksi siswa setelah makan," pungkasnya.

detikJogja kemudian mencoba mendatangi SPPG Wirobrajan yang terletak di jalan Arjuna, Wirobrajan. Namun, pihak SPPG enggan memberikan keterangan terkait kejadian ini.

(afn/ahr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads