Lansia di Patuk Tewas Tercebur Sumur Saat Berusaha Selamatkan Kambingnya

Lansia di Patuk Tewas Tercebur Sumur Saat Berusaha Selamatkan Kambingnya

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Sabtu, 30 Agu 2025 16:21 WIB
Petugas damkar saat melakukan evakuasi seorang lansia yang tercebur sumur di Nglegi, Patuk, Gunungkidul, Jumat (29/8/2025).
Petugas damkar saat melakukan evakuasi seorang lansia yang tercebur sumur di Nglegi, Patuk, Gunungkidul, Jumat (29/8/2025). Foto: dok. Damkarmkat Gunungkidul
Gunungkidul -

Seorang kakek tercebur ke dalam sumur ketika hendak menyelamatkan kambing peliharaannya di Nglegi, Patuk, Gunungkidul. Akibat, kakek dan kambingnya dievakuasi dalam kondisi tidak bernyawa.

Kepala UPT Damkarmat Gunungkidul, Handoko, mengatakan bahwa kejadian bermula saat korban, Sudiyono (75), mencari kambing peliharaannya yang hilang, Jumat (29/8) pukul 15.30 WIB. Namun, hingga sekitar pukul 18.00 WIB, Sudiyono tak kunjung pulang ke rumah.

"Karena tidak pulang-pulang, keponakan korban melakukan pencarian dan sampai di tengah ladang menemukan sumur dengan kondisi penutupnya terbuka," katanya saat dihubungi detikJogja, Sabtu (30/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keponakan korban pun merasa curiga dengan kondisi sumur tersebut. Mengingat selama ini mulut sumur itu selalu dalam kondisi tertutup.

ADVERTISEMENT

"Setelah dicek, ternyata pamannya dan seekor kambing berada di dalam sumur," ujarnya.

Mengetahui hal tersebut, keponakan korban langsung menghubungi BPBD dan Damkar Gunungkidul. Merespons laporan tersebut, petugas langsung datang ke lokasi kejadian yang berada di ladang yang jauh dari permukiman warga.

"Saat dievakuasi baik korban dan kambingnya sudah dalam kondisi meninggal dunia," ucapnya.

Handoko menambahkan, bahwa sumur memiliki kedalaman sekitar tiga meter. Selain itu, kedalaman air di sungai tersebut sekitar 1,5 meter.

"Penyebabnya diduga korban tercebur ke dalam sumur saat berusaha menolong kambing peliharaannya yang lebih dulu jatuh ke dalam sumur," katanya.

Berkaca dari kejadian tersebut, Handoko meminta setiap sumur aktif maupun nonaktif perlu diberi pagar atau penutup permanen. Selain itu, Pemerintah Kalurahan didorong untuk melakukan inventarisasi sumur terbuka yang berisiko di wilayah masing-masing.

Terlepas dari hal tersebut, Handoko meminta kepada masyarakat yang melihat ular dan tidak berani mengevakuasinya bisa segera menghubungi Damkarmat Gunungkidul. Adapun masyarakat bisa menghubungi nomor telepon di 0274-391113 atau melalui WhatsApp di nomor 08112657113.

"Semua pelayanan kedaruratan dari Damkarmat gratis," ujarnya.




(apu/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads