Demo Ricuh Di Polda DIY, Aliansi Jogja Memanggil: Luapan Amarah Rakyat

Demo Ricuh Di Polda DIY, Aliansi Jogja Memanggil: Luapan Amarah Rakyat

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 30 Agu 2025 14:24 WIB
Suasana demo di Polda DIY, Sleman, Jumat (29/8/2025) pukul 19.13 WIB.
Suasana demo di Polda DIY, Sleman, Jumat (29/8/2025) pukul 19.13 WIB. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja)
Sleman -

Aksi demo di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sleman, tadi malam ricuh. Massa demo melakukan aksi bakar-bakar dan bertahan hingga malam.

Salah satu perwakilan massa dari Jogja Memanggil buka suara terkait kericuhan tersebut. Diketahui, sebelum demo di Polda DIY memanas, beberapa massa sempat berkumpul di Universitas Islam Indonesia (UII), Jalan Cik Di Tiro, Gondokusuman, Kota Jogja pukul 15.30 WIB. Kemudian massa bergerak menuju Polda DIY pukul 17.00 WIB.

Sesampainya di Polda DIY, massa langsung bercampur. Sehingga kericuhan di lokasi tak terbendung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Humas Aliansi Jogja Memanggil, Boengkoes, buka suara terkait kericuhan tersebut. Kericuhan itu dinilainya merupakan bentuk luapan amarah masyarakat terhadap pemerintah.

"Bagi Jogja Memanggil, semalam sampai tadi pagi merupakan bentuk amarah rakyat," ujar Boengkoes saat dihubungi detikJogja, Sabtu (30/8/2025).

ADVERTISEMENT

"Rakyat marah karena ekonomi sedang sulit, kebutuhan pokok naik, lapangan pekerjaan menyempit yang bahkan menurut berbagai data ada sekitar 1,9 juta orang muda yang menjadi pengangguran dan pekerja informal," lanjutnya.

Selain itu, Boengkoes juga menyebut kematian driver ojol Affan Kurniawan yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob juga membuat kemarahan masyarakat memuncak.

"Tingkah bejat pemerintahan ditambah lagi kematian ojol di Jakarta oleh polisi menjadi pemantik api kemarahan," ungkapnya.

"Tentu rakyat tidak salah ketika melampiaskan amarah itu ke polisi, karena institusi tersebut seringkali menjadi tameng dari pihak pemerintah, bahkan seperti kasus kematian ojol, institusi tersebut melakukan pembunuhan yang terstruktur," tutur Boengkoes.




(ams/apu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads