Menteri Hanif Kembali Terjunkan Tim Selidiki Sampah Jogja

Jalu Rahman Dewantara - detikJogja
Sabtu, 19 Apr 2025 20:43 WIB
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo, Sabtu (19/4/2025). (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJogja)
Kulon Progo -

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo, sore tadi. Dalam kesempatan itu, Hanif sempat menyinggung masalah sampah di Jogja dan berencana kembali menerjunkan tim penyelidik untuk mengusut persoalan tersebut.

"Jogja, saya minggu depan ini mengirim kembali tim penyelidik untuk melakukan penyelidikan sampah di Jogja, karena sampai hari ini kami belum tahu sampahnya lari ke mana," ucap Hanif kepada wartawan di sela TPA Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo, Sabtu (19/4/2025).

Langkah itu ditempuh menyusul masalah sampah Jogja yang tak kunjung usai. Sejauh ini pihaknya juga belum tahu ke mana dibuangnya sampah dari Jogja.

Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup sedang dihadapkan dalam tugas menuntaskan persoalan sampah nasional. Presiden Prabowo menargetkan masalah sampah bisa tuntas 100 persen pada 2029 mendatang.

"Sesuai dengan arahan Presiden, kita diminta menyelesaikan masalah sampah secepatnya, dengan target 100 persen di 2029, sebagaimana secara detail disampaikan dalam Peraturan Presiden no 12 tahun 2025 tentang RPJMN. Untuk 2025 harus ditangani sebesar 50 persen, kini 39 persen nasional," ucapnya.

Untuk menuntaskan persoalan itu, Hanif akan menggencarkan koordinasi dengan pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten maupun kota. Termasuk dengan pemerintah Kulon Progo, yang disebutnya sudah cukup baik dalam pengelolaan sampah lewat TPA Banyuroto.

"Secara umum Kulon Progo tidak termasuk yang diberikan paksaan oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Jadi artinya keramahan pengelolaan sampah masih dalam tahapan ditolerir. Namun secara teknis, dari statistik maka kita perlu terus mengembangkan penanganan sampah di bagian hulu dan tengah. Kalau ini (TPA) di hilir ya," ujarnya.

"Kami akan mencoba berkolaborasi dengan bupati meningkatkan kapasitas kita di tengah, dan akan mendorong lebih lagi upaya masyarakat di hulu. Sehingga sampah yang tidak terlalu banyak di Kulon Progo ini terkelola dengan baik," imbuhnya.

Hanif mengatakan masalah sampah ini perlu jadi perhatian banyak pihak termasuk masyarakat. Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk menggencarkan pengolahan sampah mandiri sebelum dibuang ke TPA.

Hanif menjawab soal peluang sampah Kartamantul di TPA Banyuroto di halaman selanjutnya.



Simak Video "Video Menteri LH Kenalkan Tobat Ekologis Nasional, Apa Itu?"


(aku/aku)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork