Renungan Harian Katolik Hari Ini Senin 11 Desember 2023: Yang Tersesat

Renungan Harian Katolik Hari Ini Senin 11 Desember 2023: Yang Tersesat

Santo - detikJogja
Senin, 11 Des 2023 03:30 WIB
Renungan Harian Katolik Hari Ini Senin 11 Desember 2023: Yang Tersesat
Ilustrasi renungan harian Katolik. (Foto: website kas.or.id)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Tuhan. Berikut bacaan dan renungan harian Katolik hari ini.

Berdasarkan Kalender Liturgi, hari ini, Senin, 11 Desember 2023 merupakan Pekan Kedua Adven, Tahun Liturgi BII; Peringatan fakultatif Santo Damasus, Paus dan Pengaku Iman; dengan warna Liturgi ungu.

Mengangkat tema tentang menyelamatkan mereka yang tersesat, mari simak renungan harian Katolik berikut ini yang dihimpun dari buku Setahun Bersama Tuhan oleh Rm. Yohanes S. Lon, dkk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Harian Katolik 11 Desember 2023

Bacaan Yes. 40:1-11;

- Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
- tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
- Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
- Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
- maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
- Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.

- Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
- Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
- Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"
- Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
- Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

ADVERTISEMENT

Mat. 18:12-14

- "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
- Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
- Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."

Renungan

Orang-orang Farisi pada zaman Yesus salah mengartikan sebagian Sabda Yesus, bahwa kedatangan Mesias sebagai aktor dalam lingkup sosio-politik yang akan menggulingkan kekuasaan Romawi. Padahal misi Allah dalam diri Yesus berbeda dengan dengan apa yang diharapkan oleh Bangsa Israel pada umumnya.

Sehingga tidak heran jika dalam Injil banyak tertulis ketidaksukaan orang-orang Farisi akan kehadiran Yesus yang lebih memilih makan bersama orang berdosa. Injil hari menegaskan bagaimana Yesus memberi perhatian khusus kepada orang-orang berdosa dan mereka yang tersesat.

Inilah dimensi missioner Yesus, dan sesungguhnya Yesus datang "untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang", "memanggil orang yang dikucilkan, orang-orang yang tidak terhormat". Sikap inilah yang harus mendorong paroki-paroki kita untuk selalu mengulurkan tangan kepada orang-orang yang tidak masuk Gereja dan kaum pinggiran masyarakat, daripada hanya bekerja dengan mereka yang sudah bersatu dan matang dalam kehidupan menggereja.

Orang pinggiran tapi bukan untuk membuat pemisahan suku dengan suku, golongan dengan golongan, agama dengan agama maka misi universal Allah sesungguhnya belum sepenuhnya diwartakan. Dan ketika kita sudah berhasil mewartakan kasih Allah kepada mereka yang belum sepenuhnya mengenal Kristus maka Allah akan sangat bersukacita seperti seorang gembala menemukan kembali seekor domba yang tersesat lebih besar dari yang sembilan puluh sembilan ekor yang tidak tersesat.

Sebagai Gereja, kita harus sadar bahwa Tuhan datang terutama mencari yang hilang. Maka janganlah pernah kita menyingkirkan mereka yang kita anggap berdosa. Malahan sebaliknya, menjadi Kristen berarti bertugas mencari mereka yang berdosa dan tersingkir dan membawa rahmat untuk mereka.

Ya Tuhan panggilah sebanyak mungkin orang untuk menyadari bahwa keselamatan hanya ada pada Yesus PuteraMu, agar semakin banyak yang memuji namaMu. Doronglah kami supaya selalu mencari mereka yang berdosa, yang tersingkir, yang miskin dan lemah. Amin.

Demikian renungan harian umat Katolik hari ini, Senin, 11 Desember 2023. Semoga berkat Tuhan menyertai kegiatan kita hari ini. Amin.




(aku/aku)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads