Lima karyawan Ayuterra Resort tewas usai lift yang dinaiki jatuh ke jurang. Tali sling diketahui putus. Disebut-sebut sebelumnya tali sling 3 buah, pas kejadian cuma satu.
"Jika dilihat yang beredar di medsos, memang kita lihat di TKP (tempat kejadian perkara) pada tahun 2019 (lift di Ayuterra Resort) lebih dari satu tali sling dan saat kejadian hanya satu tali sling," kata Kapolres Gianyar AKBP I Ketut Widiada, Rabu (6/9/2023), dilansir detikBali.
Mengutip pengakuan teknisi lift yang diperiksa sebagai saksi, Widiana menyebutkan per tali sling dapat mengangkat beban 400 kilogram. Jadi, dengan tiga tali sling, lift seharusnya mampu mengangkat beban mencapai 1,2 ton.
Namun, saksi menyebut pemilik resort meminta agar lift tersebut tidak menggunakan terlalu banyak tali sling. Akhirnya, teknisi pun memasang hanya satu tali sling sesuai permintaan pemilik resort. Adapun, kekuatan satu tali sling itu diklaim sudah setara dengan beban 1,8 ton.
Owner atau pemilik Ayuterra Resort buka suara, membantah mengurangi tali sling.
"Tidak ada permintaan seperti itu. Yang ada adalah pihak owner meminta agar kapasitas muatan lebih bisa ditingkatkan. Makannya dibuatkan kontrak baru lagi," kata penasihat hukum Ayuterra Resort, I Nyoman Wirajaya, Rabu (6/9).
"Jadi bukan tali sling yang dikurangi, tapi peningkatan kapasitasnya agar lebih aman," sambungnya.
Insiden lift putus terjadi pada Jumat (1/9) sekitar pukul 12.54 Wita. Lima karyawan yang jadi korban terdiri dari 2 pria dan 3 wanita. Yakni Sang Putu Bayu Adi Krisna (19), I Wayan Aries Setiawan (23), Ni Luh Supernigsih (20), Kadek Hardiyanti (24), dan Kadek Yanti Pradewi (19).
Simak Video "Dirawat Jalan RSJ Bangli, Bos Ayuterra Resort Tersangka Lift Putus Belum Ditahan"
(trw/trw)