detikBali

Investor Menang PTUN, Lift Kaca Pantai Kelingking Tuai Pro-Kontra

Terpopuler Koleksi Pilihan

Investor Menang PTUN, Lift Kaca Pantai Kelingking Tuai Pro-Kontra


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Wisatawan melewati tangga tebing di kawasan Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Senin (7/9/2026).
Wisatawan melewati tangga tebing di kawasan Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Senin (7/9/2026). (Foto: Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungung -

Jalur terjal Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, menjadi salah satu alasan wisatawan mendukung pembangunan lift kaca. Namun, rencana fasilitas tersebut masih menuai pro-kontra, termasuk soal dampaknya terhadap alam dan pemandangan.

Polemik pembangunan lift kaca ini bergulir seiring investor proyek tersebut memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar melawan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Meski menang di PTUN, proyek tersebut belum serta-merta bisa dilanjutkan karena Pemprov Bali memastikan akan mengajukan banding.

Di tengah dinamika hukum tersebut, pandangan berbeda muncul dari wisatawan mancanegara yang merasakan langsung ganasnya medan di destinasi ikonik tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Irwin Khajotia, wisatawan asal Selandia Baru (New Zealand), menilai fasilitas modern seperti lift kaca bisa membawa dampak positif. Syaratnya, masyarakat sekitar menyetujui pembangunan tersebut dan sebagian besar keuntungan atau hasilnya dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

Menurut Irwin, tantangan terbesar di Pantai Kelingking terletak pada jalur menuruni tebing karang yang terjal, sempit, dan berisiko tinggi. Tebing curam yang langsung menghadap ke laut lepas membuat perjalanan menuju pantai menguji fisik secara ekstrem.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, perjalanan turun ke pantai masih bisa diatasi karena jalur telah dilengkapi dengan pegangan tangan atau handrail.

Masalah krusial, menurutnya, justru muncul ketika pengunjung harus kembali mendaki tebing curam tersebut.

"Saya pikir ada baiknya lift ini dibangun. Selama masyarakat setempat menerima manfaatnya dari keuntungan yang didapatkan," kata Irwin kepada detikBali saat menaiki tangga tebing Pantai Kelingking, Senin (7/9/2026).

"Turun ke bawah tidak masalah, yang menjadi masalah adalah naik ke atas," imbuhnya, menggambarkan rasa lelah luar biasa setelah berjuang menaiki tebing terjal tersebut.

Bagi wisatawan lanjut usia atau pengunjung dengan kondisi fisik rentan, medan yang sangat terjal dan melelahkan dinilai membahayakan.

Kelelahan ekstrem di tengah teriknya cuaca dikhawatirkan memicu masalah kesehatan serius, termasuk risiko serangan jantung.

Kondisi jalur yang berisiko tinggi itu membuat sebagian pihak memandang fasilitas bantu seperti lift kaca dibutuhkan demi menjamin faktor kesehatan dan keselamatan (health and safety) pengunjung.

Rencana pembangunan lift kaca tak hanya diperdebatkan dari sisi keselamatan. Kerusakan alam dan pemandangan juga menjadi sorotan karena keberadaan bangunan dinilai berpotensi mengubah kawasan tebing Pantai Kelingking.

Irwin menilai persoalan tersebut masih bisa disesuaikan dengan kondisi tebing.

"Kalau itu kan bisa ditata sedemikian rupa sehingga kelihatannya tetap selaras dengan tebing yang hijau. Kalau merusak alam, apa bedanya dengan hotel-hotel, resort yang banyak dibangun. Kenapa itu diizinkan?," ujarnya.

Di sisi lain, beberapa pengunjung mempertanyakan keberadaan bangunan yang dinilai merusak pemandangan. Salah seorang wisatawan mancanegara yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan justru jalur terjal itulah yang menjadi alasan dirinya membayar tiket masuk ke Pantai Kelingking.

"Kenapa dibiarkan itu, kita ke sini untuk menuruni tebing itu dan menikmati alam," ujarnya.

Di tengah perbedaan pandangan wisatawan tersebut, polemik pembangunan lift kaca Pantai Kelingking masih berlanjut di ranah hukum.

Investor proyek tersebut sebelumnya memenangkan gugatan di PTUN Denpasar melawan Pemprov Bali. Namun, kemenangan tersebut belum membuka jalan bagi proyek untuk langsung dilanjutkan.

Pemprov Bali memastikan akan mengambil langkah hukum lanjutan dengan mengajukan banding. Dengan demikian, perdebatan mengenai keselamatan pengunjung, estetika alam, serta legalitas pembangunan lift kaca Pantai Kelingking masih terus bergulir.



(dpw/dpw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads