Tangisan seorang perempuan yang baru saja keluar dari sebuah tempat tinggal di kawasan Tlogomas, Kota Malang, memicu gerak cepat komunitas ojek online (ojol). Perempuan tersebut meminta driver yang menjemputnya untuk mengantarkan ke kantor polisi karena mengaku baru saja menjadi korban dugaan kekerasan seksual.
Driver ojol yang melihat kondisi korban kemudian menghubungi rekan-rekan komunitasnya dan meminta bantuan pendamping hukum. Laporan itu berujung pada pengamanan terduga pelaku beberapa jam kemudian hingga perkara tersebut kini ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota.
Korban Menangis Saat Dijemput Ojol
Peristiwa itu bermula pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang anggota komunitas Barisan Driver Suhat Malang (BDSM) mendapat pesanan untuk menjemput seorang perempuan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang.
Saat tiba di lokasi, driver mendapati calon penumpangnya dalam kondisi menangis. Perempuan tersebut mengaku baru saja menjadi korban dugaan pemerkosaan dan meminta bantuan untuk diantar melapor ke Polsek Lowokwaru.
Melihat kondisi korban, driver tersebut kemudian berinisiatif menghubungi rekan-rekan komunitasnya serta pihak pendamping hukum. Mereka selanjutnya bergerak menuju lokasi kejadian di wilayah Tlogomas.
Tim Hukum Yakuza Maneges Malang Raya-Pasuruan, M Zakki, mengaku langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari para driver ojol.
"Saat itu saya dihubungi teman-teman driver. Karena lokasinya dekat, saya langsung meluncur ke sana," ujar Zakki kepada wartawan.
Polisi Turun Tangan hingga Pelaku Diamankan
Setelah mendapat informasi dari komunitas driver, anggota Polsek Lowokwaru juga mendatangi lokasi. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh kepolisian.
Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya dijemput dari indekosnya di kawasan Soekarno-Hatta. Korban kemudian dibawa ke tempat tinggal terduga pelaku di kawasan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Di lokasi tersebut, dugaan tindak pidana kekerasan seksual disebut terjadi. Sekitar pukul 05.00 WIB, terduga pelaku akhirnya diamankan tanpa perlawanan.
Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta membenarkan adanya laporan dugaan kekerasan seksual yang dialami seorang perempuan tersebut.
"Iya benar, pelaku berhasil diamankan kita serahkan ke Unit PPA Polresta Malang Kota," ujar Anang dikonfirmasi terpisah.
Terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit PPA Satreskrim Polresta Malang Kota.
Simak Video "Video: Pimpinan Ponpes di Pekalongan Jadi Tersangka Kekerasan Seks Santriwati"
(auh/hil)