PT Hersindo Logistic Indonesia akhirnya buka suara terkait unggahan viral seorang perempuan yang mengaku jadi korban dugaan pelecehan seksual oleh oknum HRD saat melamar pekerjaan. Pihak perusahaan membantah tuduhan pelecehan tersebut.
"Iya, kami membantah adanya perbuatan tersebut," kata Penasihat Hukum PT Hersindo Logistic Indonesia, Amseki Tanaem, Jumat (18/9/2026).
Amseki menjelaskan, manajemen perusahaan belum mengetahui secara pasti persoalan yang melibatkan oknum HRD tersebut. Pihaknya mengimbau agar terduga korban melapor secara resmi ke perusahaan lantaran hingga kini manajemen belum menerima bukti maupun data pendukung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami yakini itu dilakukan oleh oknum yang seharusnya dia bertanggung jawab melakukan perbuatan tersebut. Korban yang merasa dirugikan atas perbuatan tersebut, bisa datang kepada kami untuk memberikan klarifikasinya maupun menyampaikan bukti-bukti bahwasanya mereka diduga menjadi korban pelecehan seksual terhadap orang yang diduga HRD di perusahaan kami. Kami bersedia untuk membantu ketika hal tersebut memang benar adanya," terang Amseki.
Selain melapor langsung ke kantor perusahaan, lanjut Amseki, terduga korban juga dipersilakan mengadukan kasus ini ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya maupun kepolisian.
"Atau datang langsung pada kami, atau menyampaikan atau membuat aduan, pengaduan, atau laporan di kepolisian. Silakan," tegasnya.
Perusahaan juga membantah pengakuan korban soal pelamar diwajibkan mengisi dua tautan formulir daring. Salah satu formulir meminta data pribadi, termasuk swafoto memegang KTP hingga tanda tangan digital.
"Setahu saya tidak ada, karena di perusahaan selama ini ketika rekrutmen ya hanya membawa berkas-berkas. Saya kurang paham (mengisi dua link)," pungkasnya.
Sebelumnya, sebuah unggahan seorang perempuan yang menjadi korban pelecehan saat melamar kerja di Surabaya viral di media sosial. Pelaku pelecehan disebut sebagai oknum Human Resource Development (HRD).
Unggahan dugaan pelecehan itu diketahui diunggah di akun Threads @tikusgarong000. Ia mengingatkan untuk lebih berhati-hati ketika mencari pekerjaan di Surabaya terutama di salah satu perusahaan logistik.
Dia juga memberikan bukti data diri di dua formulir online yang dilamarnya. Ia menyebut sedikit kejanggalan sebab, ia diharuskan mengisi biodata dan foto sambil memegang KTP.
"Mulai dari proses rekrutmen tahap awalnya sedikit janggal. biasanya proses ke tahap interview cuma disuruh bawa dokumen, beda sama perusahaan ini dia suruh untuk mengisi terlebih dahulu 2 link, yang satu link untuk mengisi data diri tapi ini data dirinya yang sampai privasi banget bahkan sampai disuruh foto sambil pegang ktp sumpahh. Aku sertakan buktinya. Terus yang link 2 untuk tes online biasa," demikian unggahan yang dilihat detikJatim, Kamis (17/9/2026).
Kejanggalan selanjutnya terjadi saat tahap wawancara dengan oknum HRD. Ia menilai HRD terlalu ramah tak seperti pada umumnya. Dari situ ia kemudian mengalami dugaan pelecehan dengan modus untuk mengecek apakah pelamar lesbian atau penyuka sesama jenis perempuan atau tidak.
"Sumpah ini gak nyangka banget sihh, ternyata yang buat interview sampek 2 jam itu si oknum HRD ini melakukan pelecehan seksual kepada semua kandidat cewek. Modusnya beragam ada yang disuruh pijat paha dia bahkan dia mau lepas celana kek whatttt j*nc*k banget, ada yang yang disuruh cium bibir untuk membuktikan kalo kandidat ini gak lesbi," terang unggahan tersebut.
