Keluarga pasien perempuan berinisial DLW (18), warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, yang meninggal dunia usai operasi patah tulang, melaporkan pihak RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan ke polisi. Laporan dilakukan karena somasi yang dilayangkan tidak mendapatkan jawaban.
"Karena kami sudah somasi tapi tak ada jawaban resmi, akhirnya kami memilih melaporkan ke polisi," kata ayah angkat DLW, Januar Wahyudi (52), Rabu (5/8/2026).
Januar melaporkan RSUD dr R Soedarsono ke Mapolres Pasuruan Kota, Selasa (4/8/2026). Ia datang bersama kakak DLW, Muhammad Rizky Wardhani (21), yang sekaligus sebagai pihak pelapor.
"Kami meminta polisi membantu menyelesaikan dugaan kelalaian dalam pelayanan kesehatan, yang menyebabkan anak kami meninggal dunia," jelasnya.
Januar berharap, dengan laporan tersebut pihak keluarga mendapatkan jawaban resmi atas somasi yang dilayangkan.
"Untuk awal ini kita tujuannya agar ada jawaban resmi dari pihak rumah sakit. Setelah itu baru kita akan mengambil langkah selanjutnya," terangnya.
Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Muhammad Junaidi mengatakan, laporan pengaduan tersebut sudah diterima. Pihaknya akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Laporan pengaduan tersebut sudah kami terima dan masih kami dalami terlebih dahulu dan nantinya akan ada pemberitahuan lebih lanjut kepada pelapor," terangnya.
Sebelumnya, warga Kota Pasuruan melayangkan somasi kepada RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan karena pasien meninggal dunia usai operasi patah tulang. Poin somasi meminta penjelasan runtut secara resmi kondisi klinis pasien sebelum operasi, khususnya mengenai kadar gula darah yang tinggi.
Selain itu, pihak keluarga juga meminta rumah sakit menjelaskan pertimbangan medis yang mendasari keputusan untuk tetap melaksanakan operasi.
Beberapa di antaranya seperti urgensi operasi, resiko apabila operasi ditunda, upaya pengendalian gula darah sebelum, selama, dan setelah operasi, serta alasan medis bahwa manfaat tindakan operasi dinilai lebih besar daripada risikonya.
Simak Video "Video: Euforia Piala Dunia 2026 di Kampung Nelayan Pasuruan"
(abq/hil)