Andi Herman Belum Ditemukan Tapi Operasi SAR KM Mutiara Sentosa Ditutup

Andi Herman Belum Ditemukan Tapi Operasi SAR KM Mutiara Sentosa Ditutup

Denza Perdana - detikJatim
Rabu, 05 Agu 2026 22:35 WIB
Sebanyak 62 penumpang KM Mutiara Sentosa dari Pulau Masalembu tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya
Ilustrasi. Kedatangan 62 penumpang korban KM Mutiara Sentosa dari pulau Masalembu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Foto: Praditya Fauzi Rahman/detikJatim)
Surabaya -

Keputusan penutupan operasi pencarian korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 meninggalkan duka dan kecemasan bagi keluarga yang hingga kini belum menemukan kejelasan nasib salah satu korban. Salah satunya dirasakan oleh Ira Taufan, adik dari Andi Herman, seorang sopir truk logistik yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Andi Herman, pengemudi truk armada PT Lagoliling Lintas Samudera asal Kota Bangun III/Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi salah satu penumpang yang belum ditemukan. Kemarin, keluarga Rustam Sanusi, salah satu rekan Andi Herman juga turut mencari keberadaan kakak kandung Ira itu.

Sayangnya, sejak konferensi pers bersama Wamenhub dan sejumlah otoritas terkait lainnya, kemarin, Basarnas menyatakan operasi pencarian korban KM Mutiara Sentosa 2 telah ditutup dan dialihkan menjadi operasi rutin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ira menceritakan, identitas sang kakak dalam manifest kapal memang tidak terdaftar dengan nama sebenarnya, Andi Herman. Kakaknya terdaftar dengan nama inisial karena pada saat pembelian tiket situasi berebut dan terkesan terburu-buru.

"Jadi itu kemarin informasi dari pihak logistik, kakak saya itu memang tidak tercatat dalam daftar manifest atas nama dia, Andi Herman, tapi pakai inisial HJ dengan usia 76 tahun karena memang situasinya saat itu berebut tiket. Tapi nomor truknya benar, DD 8519 KF," ujar Ira saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (5/8/2026).

ADVERTISEMENT

Diduga Tertidur di Dek Kendaraan

Ira mengatakan Andi sudah cukup lama berada di Surabaya untuk menunggu muatan barang. Pelayaran menuju Makassar tersebut menjadi perjalanan logistik pertamanya setelah beberapa pekan menanti.

Berdasarkan kesaksian rekan-rekan sesama pengemudi truk yang selamat, Andi diduga masih berada di dalam kabin kendaraan saat api pertama kali membesar di dek penyimpanan mobil.

Boarding Pass milik Andi Herman yang tertulis nama inisial HJ karena pada saat pembelian harus berebut dengan sopir truk lain.Boarding Pass milik Andi Herman yang tertulis nama inisial HJ karena pada saat pembelian harus berebut dengan sopir truk lain. (Foto: Istimewa/dok. Ira Taufan)

"Kemarin dapat info dari rekan-rekannya ada yang bilang kakak saya itu tertidur di truk. Jadi mereka ini sama teman-temannya habis ngopi sekitar satu jam sebelum kejadian. Setelah itu kakak saya tidur. Temannya membangunkan tapi kakak tidak bangun, jadi ada yang bilang mungkin masih terjebak di mobil. Sementara ini kami keluarga terinfo seperti itu," tutur Ira dengan nada sedih.

Upaya pencarian secara mandiri masih terus dilakukan oleh pihak keluarga dengan terus menghubungi pihak logistik juga Basarnas, termasuk menelepon seluruh titik penampungan korban selamat hingga ke hotel-hotel tempat evakuasi di Surabaya karena mereka terkendala biaya untuk berangkat ke Surabaya. Tapi hasilnya tetap nihil.

"Saya sudah menghubungi dari pihak logistik, pihak Basarnas, kemudian dari hotel yang menampung korban. Tapi sampai sekarang nihil," ungkapnya.

Keluarga Berharap Operasi SAR Dibuka Kembali

Di tengah ketidakpastian ini, Ira menyebut ternyata bukan hanya keluarganya yang kehilangan anggota kerabat. Ia mengaku dihubungi oleh sejumlah keluarga korban lain melalui pesan singkat (Direct Message) yang bernasib sama-termasuk rekan satu armada sang kakak bernama Rustam Sanusi yang juga belum ditemukan.

Ia pun sangat berharap tim SAR gabungan mempertimbangkan lagi penutupan operasi pencarian tersebut mengingat musibah kebakaran tersebut belum genap berjalan satu pekan. Terutama karena masih ada korban yang belum ditemukan, termasuk kakaknya.

"Harapannya pencarian jangan ditutup dulu, karena belum sepekan juga. Ini kakak saya belum ditemukan. Apalagi saya juga ada yang DM karena keluarganya juga belum ketemu. Kakak saya sama temannya (Rustam Sanusi) belum ditemukan. Yang DM saya itu bilang keluarganya juga ada yang belum ditemukan," ujarnya.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads