RSUD dr R Soedarsono Disomasi Usai Pasien Operasi Patah Tulang Meninggal

RSUD dr R Soedarsono Disomasi Usai Pasien Operasi Patah Tulang Meninggal

Muhajir Arifin - detikJatim
Senin, 03 Agu 2026 09:33 WIB
Warga Pasuruan Somasi RSUD dr R Soedarsono karena Pasien Meninggal Usai Operasi Patah Tulang Lengan
Warga Pasuruan Somasi RSUD dr R Soedarsono karena pasien meninggal usai operasi patah tulang lengan/Foto: Muhajir Arifin/detikJatim
Pasuruan -

Warga Kota Pasuruan melayangkan somasi kepada RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan. Somasi dilakukan karena pasien meninggal dunia usai operasi patah tulang.

Pasien diketahui perempuan bernama DLW (18) warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo. DLW baru lulus SMA.

Januar Wahyudi (52), orang tua asuh DLW, mengungkapkan, peristiwa bermula ketika DLW mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Senin (6/7/2026). Setelah kecelakaan, hari itu juga dibawa ke rumah sakit milik Pemerintah Kota Pasuruan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah dilalukan pemeriksaan, DLW, diketahui mengalami patah tulang di lengan kanan," kata Januar, Senin (3/8/2026).

ADVERTISEMENT

Besoknya, Selasa (7/7/2026), DLW dilakukan penanganan operasi patah tulang. Usai operasi, DLW dirawat di rumah sakit hingga tanggal 9 Juli pagi. Sore harinya, DLW diperbolehkan pulang.

Ketika sampai di rumah, kondisi DLW bukannya membaik. Kesehatan DLW makin turun, sehingga malam harinya keluarga membawanya kembali ke RSUD dr R Soedarsono.

"Anak saya kemudian menjalani perawatan lanjutan sejak tanggal 9 Juli 2026 beberapa jam setelah pulang dari RS. Namun, pada tanggal 14 Juli 2026 anak saya meninggal dunia," imbuh Yanuar.

Januar menyesalkan peristiwa yang terjadi pada anaknya. Ia menduga ada indikasi salah penanganan.

Menurutnya, ketika awal masuk rumah sakit, Senin (6/7), kondisi DLW baik-baik saja. Hasil identifikasi medis, putrinya mengalami patah tulang, tidak ada yang lain.

Ia juga menyesalkan informed concern atau informasi persetujuan yang disampaikan pihak rumah sakit kepada keluarga sebelum dilakukan operasi kepada DLW tidak maksimal. Menurut Januar, yang memberikan informasi persetujuan adalah perawat, padahal seharusnya dokter.

"Bahkan harusnya dua dokter. Disampaikan apa risikonya, dampaknya, dan lainnya. Anak saya sebelum dioperasi itu gula darahnya tinggi. Gula darah tinggi itu tetap dilakukan operasi. Kami sampai sekarang tidak tahu apa pertimbangan medisnya. Setelah operasi gula darahnya tambah tinggi hingga koma," ujar Januar.

Atas kejadian tersebut, Januar melayangkan somasi kepada rumah sakit. Poinnya, ia meminta penjelasan runtut secara resmi kondisi klinis pasien sebelum operasi, khususnya mengenai kadar gula darah yang tinggi.

Selain itu, pihak keluarga juga meminta rumah sakit menjelaskan pertimbangan medis yang mendasari keputusan untuk tetap melaksanakan operasi. Beberapa di antaranya seperti urgensi operasi, resiko apabila operasi ditunda, upaya pengendalian gula darah sebelum, selama, dan setelah operasi, serta alasan medis bahwa manfaat tindakan operasi dinilai lebih besar daripada risikonya.

"Kami minta penjelasan formal dan tertulis dari pihak rumah sakit," imbuh Januar.

Humas RSUD dr R Soedarsono, Wasuki, saat dikonfirmasi wartawan terkait somasi keluarga DLW, menjawab singkat melalui pesan WhatsApp.

"Masih kami koordinasikan dulu dengan tim," katanya.



(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads