Dugaan pelecehan seksual yang diungkapkan seorang model atau muse asal Malang di media sosial, memicu perhatian luas publik. Unggahan tersebut menyeret nama konten kreator sekaligus pendakwah Muhammad Idris Al-Marbawy atau Gus Idris, hingga berujung klarifikasi terbuka dan penyelidikan kepolisian.
Peristiwa ini bermula dari unggahan akun Instagram @sovinovitav pada Selasa, 3 Februari 2026. Dalam unggahannya, model tersebut mengaku mengalami pelecehan seksual saat menerima tawaran sebagai talent shooting.
Unggahan itu langsung memicu reaksi luas dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial turut memberikan komentar, termasuk akun @rizkanhy yang mengaku mengalami kejadian serupa.
Bahkan, komentar teratas dalam unggahan tersebut mengarah pada Pondok Pesantren Gus Idris Thoriqul Jannah, Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.
Menanggapi isu yang berkembang, Gus Idris menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @gusidrisofficial, pada Rabu, 4 Februari 2026. Kolom komentar pada unggahan tersebut dinonaktifkan.
Dalam keterangan videonya, Gus Idris menuliskan:
"Klarifikasi resmi Gio Production untuk disebarluaskan kepada publik. Semoga bisa menjawab framing dan tuduhan tanpa bukti yang sudah telanjur viral."
Melalui video klarifikasi tersebut, Gus Idris membuka pernyataannya dengan membantah tuduhan yang beredar di media sosial.
"Bismillahirahmanirahim, melalui pernyataan ini saya ingin menanggapi mengenai tuduhan-tuduhan pelecehan seksual yang beredar di media sosial. Saya menyatakan dengan tegas bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya," ujarnya.
Ia kemudian menyinggung narasi yang berkembang di media sosial dan dampaknya terhadap reputasi yang telah dibangun selama ini.
"Diawali dengan narasi sosial media pada media online. Bahkan langsung melakukan framing kepada saya dan itu berdampak serius pada industri konten kreator yang kami rintis dari nol dengan reputasi. Kami sangat menghormati nilai-nilai etika dan keamanan setiap individu," lanjutnya.
Gus Idris juga menegaskan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.
"Oleh karena itu, saya siap bersikap kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlaku demi mengungkap kebenaran yang objektif," tegasnya.
Ia turut menyayangkan tuduhan yang dinilainya merugikan nama baik pribadi dan keluarganya.
"Kami sangat menyayangkan adanya tuduhan tanpa bukti konkrit yang merugikan nama baik saya dan keluarga saya. Sangat tidak bijak untuk membungkus perselisihan bisnis dengan isu lain yang sensitif. Saat ini saya sedang berkonsultasi dengan tim hukum untuk menentukan langkah selanjutnya guna memastikan fakta yang benar sampai ke publik," imbuhnya.
Simak Video "Video: Sempat Hambat Proses Penyelidikan Satgas PPK USU Ingin Terduga Pelaku Pelecehan Kooperatif"
(irb/hil)