Terseretnya Nama Gus Idris di Kasus Pelecehan Model Modus Sumpah Pocong

Round Up

Terseretnya Nama Gus Idris di Kasus Pelecehan Model Modus Sumpah Pocong

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 07 Feb 2026 10:00 WIB
Gus Idris saat menyampaikan klarifikasi tentang kabar viral dugaan pelecehan seksual berkedok konten YouTube Sumpang Pocong.
Gus Idris saat menyampaikan klarifikasi kabar viral dugaan pelecehan seksual berkedok konten YouTube Sumpang Pocong/Foto: tangkapan layar/dok. @gusidrisofficial)
Malang -

Dugaan pelecehan seksual yang diungkapkan seorang model atau muse asal Malang di media sosial, memicu perhatian luas publik. Unggahan tersebut menyeret nama konten kreator sekaligus pendakwah Muhammad Idris Al-Marbawy atau Gus Idris, hingga berujung klarifikasi terbuka dan penyelidikan kepolisian.

Peristiwa ini bermula dari unggahan akun Instagram @sovinovitav pada Selasa, 3 Februari 2026. Dalam unggahannya, model tersebut mengaku mengalami pelecehan seksual saat menerima tawaran sebagai talent shooting.

Unggahan itu langsung memicu reaksi luas dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial turut memberikan komentar, termasuk akun @rizkanhy yang mengaku mengalami kejadian serupa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, komentar teratas dalam unggahan tersebut mengarah pada Pondok Pesantren Gus Idris Thoriqul Jannah, Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

ADVERTISEMENT

Menanggapi isu yang berkembang, Gus Idris menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @gusidrisofficial, pada Rabu, 4 Februari 2026. Kolom komentar pada unggahan tersebut dinonaktifkan.

Dalam keterangan videonya, Gus Idris menuliskan:

"Klarifikasi resmi Gio Production untuk disebarluaskan kepada publik. Semoga bisa menjawab framing dan tuduhan tanpa bukti yang sudah telanjur viral."

Melalui video klarifikasi tersebut, Gus Idris membuka pernyataannya dengan membantah tuduhan yang beredar di media sosial.

"Bismillahirahmanirahim, melalui pernyataan ini saya ingin menanggapi mengenai tuduhan-tuduhan pelecehan seksual yang beredar di media sosial. Saya menyatakan dengan tegas bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya," ujarnya.

Ia kemudian menyinggung narasi yang berkembang di media sosial dan dampaknya terhadap reputasi yang telah dibangun selama ini.

"Diawali dengan narasi sosial media pada media online. Bahkan langsung melakukan framing kepada saya dan itu berdampak serius pada industri konten kreator yang kami rintis dari nol dengan reputasi. Kami sangat menghormati nilai-nilai etika dan keamanan setiap individu," lanjutnya.

Gus Idris juga menegaskan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku.

"Oleh karena itu, saya siap bersikap kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlaku demi mengungkap kebenaran yang objektif," tegasnya.

Ia turut menyayangkan tuduhan yang dinilainya merugikan nama baik pribadi dan keluarganya.

"Kami sangat menyayangkan adanya tuduhan tanpa bukti konkrit yang merugikan nama baik saya dan keluarga saya. Sangat tidak bijak untuk membungkus perselisihan bisnis dengan isu lain yang sensitif. Saat ini saya sedang berkonsultasi dengan tim hukum untuk menentukan langkah selanjutnya guna memastikan fakta yang benar sampai ke publik," imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, Gus Idris menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Terima kasih kepada pihak-pihak yang tetap mengedepankan asas praduga, tak bersalah, dan memberikan dukungan selama proses ini berlangsung. Gusti Allah mboten sare. Insyaallah, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri."

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun detikJatim, Polres Malang mulai melakukan penyelidikan menyusul viralnya kasus tersebut. Meski belum ada laporan resmi, polisi melakukan langkah jemput bola untuk mendalami dugaan tindak pidana.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar mengatakan, Unit PPA Satreskrim Polres Malang telah menghubungi pihak yang diduga menjadi korban untuk dimintai keterangan.

Di sisi lain, kuasa hukum Gus Idris, Guntur Abdi Wijaya menyatakan, kliennya siap menghadapi proses hukum jika ada laporan resmi.

"Kalau memang ada yang merasa keberatan dan melapor, Gus Idris siap. Kita akan sama-sama membuktikan kebenarannya," kata Guntur kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

Menurut Guntur, Gus Idris merupakan sosok yang taat hukum dan aturan yang berlaku.

"Kalau memang ada apa-apa kita sudah siap. Dalam artian Gus Idris sendiri kan orangnya taat hukum, taat aturan," tuturnya.

Guntur menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait dugaan pelecehan tersebut.

"Intinya kalau memang merasa ada pelecehan (maksudnya ya) silakan melapor. Tapi saat ini, sampai detik ini belum ada (laporan)," tegasnya.

Disinggung soal klarifikasi Gus Idris meski terduga korban tidak menyebut identitas secara langsung, Guntur menjelaskan bahwa tidak semua unggahan di media sosial menyebut nama kliennya.

Namun, ia menyebut terdapat unggahan lain yang secara terang-terangan menyebut nama Gus Idris.

"Sebetulnya di akun sosial media lain ada yang langsung menyebut nama beliau (Gus Idris), saya ada buktinya. Tapi bukan dari pihak yang awal untuk yang streaming itu, itu memang dia tidak menyebut," tegasnya.

Guntur juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang belum terverifikasi.

"Dengan berita-berita yang kurang benar, akhirnya menimbulkan kegaduhan. Masyarakat seharusnya lebih bijak menyikapi informasi," ujarnya.

Hingga kini, kasus dugaan pelecehan yang menyeret nama Gus Idris masih dalam tahap pendalaman oleh kepolisian. Publik pun diimbau untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu hasil penyelidikan resmi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Viral Pria Diamuk Massa Diduga gegara Mau Cium Paksa Wanita"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads