Gus Idris Bantah Dugaan Pelecehan Saat Ngonten Sumpah Pocong di Malang

Gus Idris Bantah Dugaan Pelecehan Saat Ngonten Sumpah Pocong di Malang

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Jumat, 06 Feb 2026 12:15 WIB
ilustrasi
Foto: Edi Wahyono
Malang -

Sebuah kiriman dibagikan oleh model asal Malang melalui akun Instagram @sovinovitav pada Selasa, 3 Februari menjadi sorotan di media sosial. Warganet itu mengaku mengalami pelecehan seksual saat menerima tawaran shooting talent yang memicu perbincangan luas di kalangan warganet.

Kiriman itu memicu reaksi luas dari warganet. Korban lain, pengguna akun @rizkanhy ikut berkomentar dan mengaku mengalami kejadian serupa. Komentar teratas kiriman yang diunggah model itu bahkan mengarah pada Ponpes Gus Idris Thoriqul Jannah, Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Menanggapi isu itu, Gus Idris menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @gusidrisofficial, pada Rabu, 4 Februari 2026. Kolom komentar pada unggahan itu dinonaktifkan, sementara di bagian keterangan video, ini yang dia tulis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Klarifikasi resmi Gio Production untuk disebarluaskan kepada publik. Semoga bisa menjawab framing dan tuduhan tanpa bukti yang sudah telanjur viral."

Lewat video klarifikasi yang dia kirimkan, Gus Idris membuka pernyataan dengan menanggapi tuduhan yang beredar di media sosial.

ADVERTISEMENT

"Bismillahirahmanirahim, melalui pernyataan ini saya ingin menanggapi mengenai tuduhan-tuduhan pelecehan seksual yang beredar di media sosial. Saya menyatakan dengan tegas bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya," ujarnya.

Ia kemudian menyinggung narasi yang berkembang di media sosial dan dampaknya terhadap reputasi yang telah dibangun.

"Diawali dengan narasi sosial media pada media online. Bahkan langsung melakukan framing kepada saya dan itu berdampak serius pada industri konten kreator yang kami rintis dari nol dengan reputasi. Kami sangat menghormati nilai-nilai etika dan keamanan setiap individu," lanjutnya.

Gus Idris menyatakan kesiapannya untuk mengikuti semua proses hukum yang berlaku.

"Oleh karena itu, saya siap bersikap kooperatif dan mengikuti proses hukum yang berlaku demi mengungkap kebenaran yang objektif," tegasnya.

Ia juga turut menyayangkan tuduhan yang disebutnya merugikan nama baik pribadi dan keluarganya.

"Kami sangat menyayangkan adanya tuduhan tanpa bukti konkrit yang merugikan nama baik saya dan keluarga saya. Sangat tidak bijak untuk membungkus perselisihan bisnis dengan isu lain yang sensitif. Saat ini saya sedang berkonsultasi dengan tim hukum untuk menentukan langkah selanjutnya guna memastikan fakta yang benar sampai ke publik," imbuhnya.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan apresiasi kepada pihak yang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Terima kasih kepada pihak-pihak yang tetap mengedepankan asas praduga, tak bersalah, dan memberikan dukungan selama proses ini berlangsung. Gusti Allah mboten sare. Insyaallah, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri."

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJatim, Polres Malang mulai melakukan penyelidikan menyusul viralnya kasus ini. Meski belum ada laporan resmi, polisi disebut melakukan jemput bola untuk mendalami dugaan tindak pidana.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar mengatakan, Unit PPA Satreskrim Polres Malang telah menghubungi pihak yang diduga menjadi korban untuk dimintai keterangan.




(irb/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads