Round Up

Penjelasan Polisi-Pelindo soal Polemik Rumah Kakek Jadi Dapur MBG

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Kamis, 29 Jan 2026 10:45 WIB
Lokasi rumah kakek yang diduga dibongkar jadi SPPG/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Jakarta -

Polemik alih fungsi eks rumah milik Wawan Syarwhani (80) di Surabaya menjadi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bergulir. Di tengah klaim kepemilikan, laporan dugaan penyerobotan, hingga sorotan publik, Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelindo akhirnya angkat bicara.

Lokasi yang kini berfungsi sebagai dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut disebut telah beroperasi selama tiga bulan dan melayani ribuan siswa di sekitar kawasan pelabuhan.

Kabaglog Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Sudaryanto mengatakan, SPPG tersebut telah melayani 11 sekolah penerima manfaat, mulai dari TK hingga SMP.

"Jadi kita sudah ada 11 sekolah penerima manfaat ya, itu ada TK-nya, ada SD, ada SMP sekitar SPPG dan jumlahnya 2.077 siswa yang sudah kita kasih setiap harinya," kata Sudaryanto kepada detikJatim, Senin (26/1/2026).

Ia menjelaskan, pendistribusian makanan dilakukan sesuai jadwal masing-masing sekolah. Sekolah pagi menerima kiriman sejak pagi, sementara sekolah siang mendapat distribusi pada siang hari.

Terkait pemilihan lokasi, Sudaryanto menyebut Polres menyewa lahan tersebut dari Pelindo.

"Karena di Perak ini kami pun sewa ke Pelindo, itu saja (alasannya)," ungkapnya.

Sudaryanto menegaskan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak hanya bertugas sebagai pelaksana teknis di lapangan. Untuk persoalan hukum, pihaknya menyerahkan kepada satuan terkait.

"Di kami mohon maaf kami pelaksana. Jadi kalau untuk penyidikan itu reskrim. Nanti kami sebagai Kabaglog itu hanya untuk penanganan atau perbaikan dapur saja sebatas itu," tegasnya.

Meski terdapat klaim dari pihak Wawan, Sudaryanto memastikan operasional SPPG tetap berjalan hingga saat ini.

"Alhamdulillah berjalan operasional dan memang dari siswa-siswa terutama SD, TK itu antusias. Pernah kan libur, itu ke sini. Pak, kok enggak dikirim? Nah, berarti ada situ ada berarti sini sangat-sangat bermanfaat buat mereka," tuturnya.

Ia menambahkan, kapasitas layanan SPPG masih bisa ditingkatkan hingga 2.500 siswa. Saat ini, jumlah penerima manfaat mencapai 2.077 siswa dari jenjang TK hingga SMA.

Pengelolaan SPPG dilakukan oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara Pelindo hanya sebagai pihak penyewa lahan.

"Kalau Pelindo kita sewa, sewa tempatnya. Itu saja," tandas Sudaryanto.



Simak Video "Video Kepala Bappisus: Asosiasi Pengusaha Dapur MBG Tak Didanai Pemerintah"


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB