Kasus Polisi Dipukuli gegara Bonceng Tunangan Orang Bermula dari DM 'Halo Dik'

Kasus Polisi Dipukuli gegara Bonceng Tunangan Orang Bermula dari DM 'Halo Dik'

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Kamis, 06 Okt 2022 01:03 WIB
sidang penganiayaan di surabaya
Sidang polisi dianiaya (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Kasus penganiayaan seorang polisi anggota Polda Jatim masih berlanjut. Terdakwa Andrian Sugiarto membenarkan setiap perkataan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrian Dirgantara.

"Berdasarkan hasil visum korban (Muhammad Hanif), ada memar dan luka pada dahi," kata Febrian saat sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Ruang Garuda, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Rabu (5/10/2022).

Mendengar hal itu, terdakwa membenarkan. Namun, ia mengaku hanya memukul 1 kali saja pada Hanif. Bahkan, ketika dipukul, Hanif masih mengenakan helm dan tak terlihat ada luka.

Pria yang akrab disapa Andri itu mengatakan tak ada warga yang menjadi saksi mata saat kejadian di kawasan Kedungdoro, Surabaya. Hanya dirinya, Hanif, dan kekasihnya, Vira.

Andri sendiri mengaku khilaf dan menyesal. Andri berkisah kejadian itu berlangsung pada Minggu (16/1). Saat itu Vira yang merupakan pacarnya berpamitan pulang setelah cukup lama berada di rumah Andri.

Namun, karena perasaannya tak enak dan was-was, Andri mendatangi Vira ke rumahnya di Kedungdoro. Sesampainya di rumah kekasihnya, ia tak mendapati Vira di rumah, namun hanya ada sepeda motornya saja.

Lalu, ia memutuskan untuk pulang. Saat hendak pulang itulah, Andri berpapasan dengan Vira. Namun, ia dibonceng motor sport Kawasaki Ninja warna hijau yang dikemudikan Hanif.

"Saat itu 01.30 WIB, saya ke rumah Vira, pas 02.00 WIB, tunangan saya gak ada. Pas mau pulang saya papasan, ketemu Vira dengan Hanif boncengan motor," ujarnya.

Seketika itu, emosinya memuncak. Ia mengaku cemburu buta dan langsung cekcok dengan Vira. Lalu, ia memukulkan helm ke Hanif.

"Kita sama-sama berhenti lalu bilang ke Vira 'Selingkuh kon yo?' (selingkuh kamu ya). Lalu, Hanif cekcok dengan saya dan dia pasang badan, akhirnya saya ambil helm saya dari spion motor dan saya pukul Hanif di kepala, kena kaca sisi depan," lanjutnya.

Setelah memukul Hanif, Andri langsung berlari dan menuju rumah Vira. Lalu, Andri mengadukan kejadian itu pada orangtua Vira.

Terdakwa Mendapat Ancaman dari Korban beserta Rekannya

Tak lama kemudian, ia mengetahui bila Hanif adalah seorang personel kepolisian yang berdinas di Polda Jatim. Sebab, Hanif menghubungi Andri melalui WhatsApp dan menyatakan bahwa ia seorang polisi.

Selanjutnya, Andri mengaku salah dan meminta maaf. Bahkan, juga sempat dimediasi oleh Polrestabes Surabaya, orangtua Hanif, dan sebelum persidangan.

"Sudah 3 kali pak saya dimediasi dengan dia (Hanif), pertama di SPKT, sudah memaafkan juga, lalu bertemu keluarganya Hanif, lalu di Polres (Polrestabes Surabaya). Dia juga memaafkan, tapi proses hukum tetap jalan," tuturnya.

Mengetahui hal itu, Ketua Majelis Hakim PN Surabaya, Cokorda terkejut. Menurutnya, bila proses mediasi telah berlangsung dan disepakati saling memaafkan, seyogyanya tak berlanjut ke jalur hukum.

"Nah, itu sudah sama-sama minta maaf, sudah ada mediasi juga," katanya.

Namun, Andri justru terkejut saat akan mediasi dengan Hanif di rumah Vira. Sebab, Vira menghubunginya tergopoh-gopoh dan menegaskan jangan sampai mendatangi rumahnya.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]