Ekspesi Kasus Satpol PP Jual Barang Sitaan, Minta Perkara Dibuka Blak-blakan

Ekspesi Kasus Satpol PP Jual Barang Sitaan, Minta Perkara Dibuka Blak-blakan

Suparno - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 22:42 WIB
Sidang eksepsi perkara penjualan barang sitaan Satpol PP Surabaya
Sidang eksepsi perkara penjualan barang sitaan Satpol PP Surabaya (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Sidang lanjutan perkara penjualan barang sitaan Satpol PP Surabaya kembali bergulir. Dalam agenda ini, terdakwa Ferry Jacom mantan Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum membacakan eksepsi yang diwakili dari penasihat hukumnya.

Abdurrahman Saleh, pengacara terdakwa menyatakan dalam eksepsi pada intinya meminta perkara yang membelit kliennya untuk dibuka secara terang benderang. Di mana dalam eksepsi terkuak ada beberapa orang yang turut berperan dalam perkara penjualan barang rampasan Sat Pol PP Surabaya.

"Dalam dakwa JPU kami menilai J (terdakwa) dalam menyusun dakwaanya tidak cermat terkesan terburu-buru dan sangat bernafsu serta tidak cermat, jelas, tidak lengkap di dalam menguraikan surat dakwaannya," kata Saleh usai sidang, Rabu (5/10/2022).

Saleh menjelaskan pihaknya menilai adanya upaya dari pihak Sat Pol PP Surabaya dengan membiarkan orang lain menghilangkan, menghancurkan, merusak atau tidak dapat dipakai barang tersebut dan adanya keterlibatan orang dalam mencarikan pembeli antara lain yakni Cak Sun, Yateno Kader PDI Perjuangan, Ketua PAC Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya, sekaligus merangkap sebagai Ketua LKMK Kelurahan Prada Kalikendal Surabaya, Slamet Sugiarto yang merupakan kader PDI Perjuangan dan sekaligus Ketua RT Pradah Kalikendal Surabaya. Muhammad S Hanjaya (abah Yaya) membantu menawarkan untuk pencarian pembeli.

Hal ini terkuak dari adanya pengakuan dari terdakwa yang mana mereka (Cak, Sun, Yateno, Abah Yaya) meminta tolong kepada Asisten II Pemkot Surabaya yakni Irfan Widyanto untuk mediasi terkait penjual barang sitaan dan untuk mengembalikan uang hasil penjual tersebut sebesar Rp 500 juta.

Ia menambahkan, kemudian pada tanggal 27 Mei 2022 sekitar pukul 22.00 WIB, terdakwa menyerahkan uang sebanyak Rp 300 juta di Kelurahan Pradah Kali Kendal Surabaya. Kemudian di hari yang sama Cak Sun, Yateno, Abah Yaya dan Slamet Sugianto mendatangi rumah abah Sinan untuk mengembalikan uang Rp 500 juta kepada saksi Abah Abdul Rahman.

"Apakah saksi Abah Abdul Rahman sudah menerima pengembalian tersebut, masih dipertanyakan," ujar Saleh.

Saleh menerangkan bahwa, Pada tanggal 20 April 2022 ada proyek pembangnan Pukesmas di dekat kantor Sat Pol PP Surabaya, untuk itu dilakukan pembersihan dan didapatkan ada 4.500 botol minuman keras (miras) untuk dipindahkan.

Terkait adanya 4.500 botol miras, Kepala Sat Pol PP Surabaya Eddy Chistijanto menjelaskan miras masih ada di gudang Sat Pol PP Surabaya di Jalan Jaksa Agung Suprapto.