Beredar Video Percakapan 'Bahagia' Singgung Tragedi Kanjuruhan Ibarat Perang

Beredar Video Percakapan 'Bahagia' Singgung Tragedi Kanjuruhan Ibarat Perang

Tim DetikJatim - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 19:08 WIB
Tampak foto topi polisi yang berada di dashboard kendaraan perekam yang bahagia dengan aksi brutal Brimob ke suporter.
Rekaman diduga 2 tenaga medis yang bahagia saat melihat anggota Brimob memukul dan mengejar suporter hingga tribun Stadion Kanjuruhan (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Video detik-detik aparat memukul mundur suporter Aremania dengan brutal di Stadion Kanjuruhan beredar di media sosial. Terdengar dari dalam video percakapan perekam 'bahagia' melihat tragedi itu.

Salah satu akun TikTok yang mengunggah video itu adalah @ke*********. Dalam video berdurasi 36 detik itu, tampak anggota Brimob memukul mundur suporter yang turun ke lapangan. Terlihat anggota Brimob dengan tameng dan pentungan terus mengejar suporter hingga pagar tribun.

Letupan gas air mata tampak juga terus dilontarkan beberapa kali mulai dari lapangan hingga tribun. Suporter yang kurang beruntung tampak langsung digebuki.

Video itu diduga direkam di dalam sebuah mobil medis milik kepolisian. Dugaan itu menguat karena di dashboard kendaraan tampak sebuah topi polisi berlogo Tribrata. Dua orang dalam video terdengar mengomentari senang kejadian itu dalam bahasa Jawa.

Bahkan, salah satu dari dari suara memperkirakan banyak korban yang akan meninggal setelah kejadian itu. Suara itu diduga berasal dari anggota medis dari kepolisian dan seorang dokter.

Tampak foto topi polisi yang berada di dashboard kendaraan perekam yang bahagia dengan aksi brutal Brimob ke suporter.Rekaman video 2 tenaga medis saat anggota Brimob menembak gas air mata ke tribun yang penuh penonton : (Foto: Tangkapan layar)

Sebab, terdengar salah satu suara tak henti-henti memanggil sebutan 'dok' berulang kali di setiap akhir komentarnya. Di sisi lain, suara yang disebut dokter tersebut juga tampak puas bahagia.

Berikut suara percakapan lengkap di dalam video yang viral itu.

Suara A : Jarang-jarang ndelok ngene.

Suara B : Iyo dok, perang. Arek-arek nek ngawur yo ngawur, Brimob, dok. Mati nek kenek Bromob, mati, dok. Lho kan disikat. Mati nek kenek iki.

Suara A : Lhoo... Pecah ndase iku. (terdengar dengan tertawa)

Suara B : Mati kenek iku, dok. Ndelok'en tah, nyonyor nyonyor tenan. Wis siap-siap pasien akeh, dok. Siap-siap pasien akeh.

Suara A : Iyo, diklumpukno kene. (Sambil tertawa).

Terjemahan bebas

Suara A : Jarang-jarang lihat gini.

Suara B : Iya, dok, perang. Arek-arek kalau ngawur yo ngawur, Brimob, dok. Mati kalau kena Brimob, mati dok. Lho kan disikat. Mati kalau kena itu.

Suara A: Lho... Pecah kepalanya itu. (terdengar dengan tertawa)

Suara B: Mati kena itu, dok. Lihat itu babak belur asli. Sudah, siap-siap pasien banyak, dok. Siap-siap pasien banyak.

Suara A : Iya, dikumpulin sini. (terdengar dengan tertawa).

Sampai berita ini ditulis, detikJatim masih berusaha mengonfirmasi Polda Jatim.



Simak Video "Tangis Presiden Arema soal Tragedi Kanjuruhan: Saya Siap Tanggung Jawab"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/dte)