Adik Korban Tragedi Kanjuruhan Asal Jombang Ditawari Jadi Polisi

Adik Korban Tragedi Kanjuruhan Asal Jombang Ditawari Jadi Polisi

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 05 Okt 2022 22:08 WIB
Kapolres Jombang temui keluarga korban tewas Tragedi Kanjuruhan
Kapolres Jombang temui keluarga korban tewas Tragedi Kanjuruhan. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Muhammad Irsyad Aljuned (17) menjadi satu di antara 131 korban meninggal Tragedi Kanjuruhan, Malang. Perhatian dan empati terus berdatangan kepada keluarga Aremania asal Dusun Mernung Lor, Desa Sumbernongko, Ngusikan, Jombang.

Salah satunya dari pihak kepolisian Jombang. Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat datang secara khusus ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Dalam kunjungannya kali ini Nurhidayat menyampaikan pesan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta kepada kedua orang tua Irsyad, yakni Mochammad Arif Junaedi (48) dan Kesi Ernawati (48).

"Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda mengucapkan duka yang mendalam dan juga empati terhadap keluarga atas musibah yang tidak diharapkan semua pihak. Kami juga berusaha menguatkan bahwa musibah atau peristiwa ini merupakan ketetapan. Alhamdulillah beliau juga sudah menyadari bahwa ini sudah menjadi takdir," kata Nurhidayat kepada wartawan di rumah duka, Rabu (5/10/2022).

Terhadap kedua orang tua Irsyad, Nurhidayat menyampaikan pesan dari Kapolri dan Kapolda berupa santunan uang tunai dan juga sembako. Adapun pesan kedua dari Kapolri yakni agar adik kandung Irsyad bersedia menjadi polisi.

Sayangnya adik korban, Achmad Yazid Novel Al Bastommy (15) saat ini baru duduk di kelas 3 SMP.

"Pak Kapolri menyampaikan memang yang diutamakan adalah untuk pendaftaran yang tahun ini. Karena adik almarhum masih kelas 3 SMP, ini menjadi bahan pertimbangan Polda. Nanti akan kami sampaikan informasi (keputusan Polda) kepada pihak keluarga," terangnya.

Ayah Irsyad Arif menyambut baik kedatangan Kapolres Jombang. Ia mengaku ikhlas atas kejadian yang menewaskan putra sulungnya.

"Kami ikhlas karena ini insiden yang tidak diinginkan dan semestinya kami menerima dengan rasa tulus," ucapnya.

Sementara terkait tawaran Kapolri menjadikan adik kandung Irsyad menjadi polisi, ia menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian.

"Untuk tawaran kami sudah diberikan arahan, mudah-mudahan saya bisa menyiapkan semampu mungkin dan kami ke depannya cuma mematuhi saja," katanya.



Simak Video "Melihat Tribun 12, Saksi Bisu Mencekam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)