Riuh Protes Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet': Lirik Dinilai Parodikan Ulama

Tim detikJatim - detikJatim
Senin, 15 Agu 2022 17:23 WIB
petilasan joko tingkir di Desa Pringgoboyo, Kecamatan Maduran Lamongan
Petilasan Joko Tingkir di Lamongan/(Foto: Eko Sudjarwo/detikJatim)
Surabaya -

Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' dipersoalkan banyak kalangan. Terutama para ulama, dan sebagian seniman. Tanggapan juga datang dari Gus Muwafiq Ulama Kharismatik yang pernah menjadi asisten pribadi Gus Dur.

Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' adalah lagu berbahasa jawa dengan genre dangdut koplo bertempo cepat. Belum diketahui secara pasti siapa pencipta lagu itu. Sebab kini lagu itu telah dinyanyikan dalam berbagai versi.

Dalam penelusuran yang dilakukan detikJatim, Akun YouTube yang memuat nama pencipta lirik dan penulis lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' adalah Aneka Safari Records.

Disebutkan dalam keterangan video duet Yeni Inka dengan Farel Prayoga itu bahwa song writer (penulis lagu) sekaligus penulis lirik diketahui bernama Ronald Dwi Febrianzah. Sedangkan yang mengaransemen musiknya adalah Aneka Music.

Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet pun saat ini tidak hanya dinyanyikan Yeni Inka. Beberapa penyanyi lain pun turut mempopulerkan lagu ini. Yakni Cak Percil, Cak Shodiq, dan juga Denny Cak Nan.

Protes pertama kali muncul dari seorang seniman Lamongan bernama Narto Widodo. Ia mengaku dapat aduan tentang lagu itu dari warga dan pemuka agama yang keberatan sosok Joko Tingkir diparodikan.

Menurutnya penggunaan nama Joko Tingkir dalam lirik lagu itu membuat gusar para pemuka agama. Sebab, Joko Tingkir merupakan sosok ulama penting yang juga merupakan guru para ulama di Nusantara.

"Banyak saran dan masukan, terutama dari para kiai dan juga warga yang masuk kepada saya terkait viralnya lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' ini, terutama dari para kiai yang keberatan nama Joko Tingkir diparodikan seperti di lagu tersebut," kata Narto kepada detikJatim.

Keberatan para kiai itu, kata Cak Narto, karena sosok Joko Tingkir dinilai telah direndahkan. Padahal Joko Tingkir merupakan ulama yang dihormati di Lamongan.

Pembina Insan Dangdut dan Entertainment Lamongan (Ideal) yang akrab disapa Cak Narto itu menuturkan Joko Tingkir merupakan salah satu murid dari Raden Said alias Sunan Kalijaga.

"Yang dipersoalkan para kiai itu adalah penggunaan kata Joko Tingkir dalam syair atau lirik lagu tersebut," ujar Cak Narto. "Saya atas nama Seniman Lamongan memohon maaf bila sudah terlanjur menyanyikan lagu Joko Tingkir, karena ketidaktahuan kami atau kebodohan kami tentang Joko Tingkir," ujar Cak Narto.

Respons penolakan juga datang dari DPRD Lamongan dan sejumlah tokoh lain di Lamongan. Selain itu MUI Jatim juga turut berkomentar tentang sosok Joko Tingkir yang memang tidak pantas diparodikan.

"Sebenarnya yang dikehendaki itu kan adalah sajaknya, dia ingin bersajak, Joko Tingkir ojok mikir (Jangan berfikir). Dia ingin bersajak, melantun, cuma sayangnya Joko Tingkir itu bukan hanya sebuah legenda nama, tapi seorang ulama," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, KH Makruf Khozin.

KH Ahmad Muwafiq atau yang akrab dipanggil Gus Muwafiq pun turut bersuara. Ulama yang diketahui selalu menemani Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat ziarah ke petilasan Joko Tingkir di Lamongan itu mengaku jengkel dengan adanya lagu dangdut koplo tersebut.

"Mulo kulo juwengkel lek wonten lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet. Iki sopo sing ngarang ngawur ae (Saya jengkel jika ada lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet'. Ini siapa yang mengarang. Ngawur saja)," ujarnya dalam video yang dilihat detikJatim, Minggu (14/8/2022).

Joko Tingkir menurut Gus Muwafiq adalah sebutan bagi Sultan Hadiwijaya, Sultan Pajang kala itu. Beliau adalah bapak dari Pangeran Benowo yang juga menantu Sultan Trenggono dan murid dari Wali Songo yakni Sunan Kalijaga.

"Ini bukan nama sembarangan ini Joko Tingkir. Dia ini Sultan Pajang, itu Sultan Hadiwijoyo (Sultan Hadiwijaya), bapaknya Pangeran Benowo, menantu Sultan Trenggono dan murid dari Sunan Kalijaga," jelasnya.

Sosok Sultan Hadiwijaya menurutnya adalah sosok ulama besar dan raja besar. "Ulama besar dan raja besar ini. Makanya ada anak-anak kecil nyanyi gini, saya jengkel sekali," tambahnya.

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel (UIN-SA) Surabaya, Cita Nur Qomariyah mengaku sedih saat mendengar lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet'. Bahkan, dia menyebut lagu tersebut termasuk pelecehan.

"Dari awal saya sedih banget ketika mendengar lagu ini viral," kata Cita saat dihubungi detikJatim, Jumat (12/8/2022).

Cita pun menjelaskan, kenapa dia merasa sedih saat mendengar lagu tersebut. Dia sendiri sudah paham, bahwa Joko Tingkir merupakan seorang ulama besar, raja dan bahkan seorang wali.

"Silsilah dari kiai saya, bu nyai, di mana tempat saya belajar itu adalah arahnya ke Joko Tingkir," ujarnya.

Bahkan dia menyebut lagu yang sedang naik daun itu sebagai pelecehan. Cita juga meminta masyarakat agar memahami tokoh dari lagu tersebut.

"Itulah kenapa El-Kiswah Gambus tidak pernah menyanyikan lagu ini. Dan saya sangat sedih sekali dan berharap masyarakat tahu, bahwa ini adalah sebuah, nuwun sewu (Mohon maaf) pelecehan," ujarnya.

Menanggapi berbagai protes itu, salah satu label musik yang sempat menyiarkan lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' di akun YouTube pun akhirnya meminta maaf. Label itu adalah One Nada.

"Mohon maaf kalau itu salah. Itu sebenarnya parikan Jowo. Tapi pencipta, pemilik syair lagu enggak mikir panjang," ujar Pemilik Label sekaligus Channel YouTube One Nada Wandra Restusiyan kepada detikJatim, Jumat (12/8/2022).

Wandra mengaku pihaknya tak menduga lagu itu akan menjadi polemik dan menyinggung banyak pihak. One Nada memang merilis lagu itu di YouTube, yang dinyanyikan oleh Cak Percil pelawak asal Jatim. Tapi Wandra memastikan bahwa bukan dirinya pencipta lagu itu.

"Lagu bukan ciptaan saya. Lagu ini viral di aplikasi TikTok sekitar 4 bulan lalu. Kami label tidak melihat bener apa tidak polemik itu," tambahnya. "Seniman berkreasi itu bebas tapi kadang manusia gudangnya salah. Sehingga kadang musisi itu tidak memikirkan impaknya," tambahnya.

Wandra mewakili Label One Nada mengaku tidak ada niatan melakukan pelecehan nama seorang ulama. Karena lagu yang dia rilis di YouTube itu diniatkan sebagai seni untuk menghibur penonton.

Berikut sejumlah artikel terkait polemik lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet:

1. Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet Dipersoalkan di Lamongan

2. DPRD Lamongan Buka Suara Tentang Persoalan Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet'

3. Lirik Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet

4. Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' Dianggap Rendahkan Sosok Ulama Nusantara

5. Sosok Joko Tingkir Dikenal Ulama Alim-Petilasannya Pernah Didatangi Gus Dur

6. MUI Jatim Buka Suara soal Protes Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet'

7. Mengenal Mas Karebet yang Dikenal dengan Nama Joko Tingkir

8. Dosen UIN-SA Surabaya Sebut Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' Pelecehan

9. Gus Muwafiq Sebut Pencipta Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' Ngawur!

10. Salah Satu Label yang Rilis Lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' Minta Maaf



Simak Video "Busa Setinggi 2 Meter Muncul di Sungai Mulyorejo, Ini Penyebabnya"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/sun)