Cuaca panas dengan suhu sekitar 38,3 derajat celsius masih melanda di wilayah Jawa Timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem akan terus berlanjut hingga akhir Oktober.
Prakirawan BMKG Juanda, Restina Wardhani mengatakan cuaca panas tersebut dipengaruhi oleh fenomena posisi semu matahari yang berada di dekat wilayah Jawa Timur.
"Diprakirakan suhu masih terasa panas di akhir Oktober hingga awal November," kata Restina kepada detikJatim, Kamis (8/10/2026).
Lebih lanjut, Restiana menyebut perbedaan suhu di setiap wilayah dipengaruhi oleh kondisi topografi wilayah. Faktor itulah yang membuat setiap wilayah memiliki suhu yang berbeda.
Saat ditanya mengenai kemungkinan kenaikan suhu yang lebih ekstrem, pihak BMKG masih belum dapat memprediksi lebih lanjut. Namun, pihaknya akan terus melakukan pembaruan informasi secara berkala melalui laman resti Stamet Juanda.
Di samping itu, Restiana menilai kondisi cuaca tahun ini memang cenderung lebih panas dibanding tahun lalu. Dengan demikian, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari paparan sinar matahari lebih langsung.
"Mencukupi kebutuhan cairan 8 gelas per-hari, melindungi diri dari matahari (Waktu terbaik aktivitas di luar pagi sebelum pukul 09.00 atau sore hari), menjaga ruangan tetap sejuk, mengonsumsi makanan yang mengandung air, dan mengenali tanda tubuh yang kepanasan (rasa sangat haus, pusing, lemah, sakit kepala, mual, dan keringat berlebihan)," pungkasnya.
Simak Video "Video: Cuaca Panas di Majalengka, Tukang Service AC Diburu Warga"
(auh/abq)