Cuaca di Surabaya belakangan terasa semakin terik. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan suhu udara maksimum di Kota Pahlawan berpotensi mencapai 36 derajat Celsius di beberapa wilayah.
Forecaster on Duty BMKG Juanda Ferri Kusuma mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi mulai masuknya sebagian besar wilayah Jawa Timur ke periode musim kemarau.
"Pada musim kemarau, tutupan awan cenderung lebih sedikit, sehingga penyinaran matahari pada siang hari menjadi lebih optimal dan suhu udara terasa lebih terik," kata Ferri kepada detikJatim, Jumat (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ferri menjelaskan suhu udara maksimum di Surabaya, bahkan berpotensi mencapai 36 derajat celsius di beberapa lokasi.
"Untuk beberapa hari ke depan, suhu maksimum di wilayah Surabaya diprakirakan berkisar antara 33-35 derajat Celsius, dan pada kondisi tertentu dapat mencapai sekitar 36 derajat Celsius di beberapa lokasi," ujarnya.
Meski siang hari terasa lebih panas, Ferri menyebut masyarakat juga akan merasakan suhu udara yang lebih dingin saat malam hingga dini hari. Kondisi tersebut terjadi karena minimnya tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer.
"Akibatnya, suhu udara minimum dapat turun hingga kisaran 22-24 derajat Celsius di Surabaya. Bahkan, di wilayah dataran tinggi Jawa Timur, suhu udara bisa lebih rendah," jelasnya.
Perbedaan suhu yang cukup jauh antara siang dan malam ini membuat amplitudo suhu harian selama musim kemarau menjadi lebih besar dibandingkan saat musim hujan.
"Perbedaan suhu antara siang dan malam menjadi lebih besar dibandingkan saat musim hujan. Masyarakat dapat merasakan siang yang cukup panas, namun malam hingga pagi hari terasa lebih sejuk atau dingin," pungkas Ferri.
(irb/dpe)
