Kekeringan Melanda 24 Daerah Jatim, MUI-Khofifah Ajak Salat Istisqa'

Faiq Azmi - detikJatim
Senin, 21 Sep 2026 22:45 WIB
Gubernur Khofifah salurkan air bersih (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) meminta MUI di 38 kabupaten/kota menggelar salat istisqa' untuk memohon agar turun hujan di tengah kemarau panjang.

Imbauan itu juga disampaikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim agar menggelar salat istisqa' mulai Jumat (25/9) mendatang. Khofifah mengatakan saat ini 24 kabupaten/kota se-Jatim telah dilanda kekeringan.

"Hingga tanggal 19 September 2026, 24 wilayah di Jawa Timur telah mengeluarkan status darurat," kata Khofifah, Senin (21/9/2026).

Dari data BPBD Jatim, 6 kabupaten/kota yang statusnya tanggap darurat yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Situbondo, Sumenep, Kabupaten Mojokerto, dan Lumajang.

Sementara, 18 kabupaten/kota yang masuk status siaga darurat yakni Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan, Blitar, Trenggalek, Gresik, Jember, Sampang, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Kota Batu, Jombang, Bojonegoro, Probolinggo, dan Pamekasan.

Khofifah mengatakan berbagai upaya terus dilakukan Pemprov Jatim mengatasi kekeringan akibat kemarau panjang. Ia mengajak semua pihak maksimalkan ikhtiar baik secara saintifik (scientific) maupun spiritual untuk menghadapi kekeringan.

Khofifah menyampaikan ikhtiar dapat dimaksimalkan dengan upaya-upaya melalui pendekatan teknik dan scientific. Di antaranya dengan melakukan droping air bersih, mencari sumber-sumber air terdekat, pemboran sumur serta operasi modifikasi cuaca (OMC).

Akan tetapi Khofifah menyampaikan kekeringan harus dihadapi dengan gotong royong semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan kebersamaan masyarakat untuk menjaga sumber air dan mendukung solusi jangka panjang seperti pipanisasi dan sumur bor.

"Semua pihak harus bersama-sama mengikhtiari. Secara saintifik kita lakukan operasi modifikasi cuaca, pengeboran sumur, menarik air dari sumber-sumber terdekat. Secara spiritual kita memohon kepada Allah agar menurunkan hujan yang membawa rahmat dan manfaat," kata Khofifah.

Khofifah membeberkan droping air bersih oleh Pemprov Jatim telah dilakukan di 23 kabupaten di Jawa Timur. Antara lain Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, dan Pamekasan. Lalu Bangkalan, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto. Kemudian penyaluran air bersih juga telah dilaksanakan di Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Pacitan, Tuban, Sampang dan Kediri.

Tak hanya itu, ia menjelaskan Pemprov Jatim melalui Dinas Sumber Daya Air berupaya memetakan sumber mata air yang bisa ditarik melalui pipanisasi. Pola ini sudah dilakukan di berbagai daerah, seperti di Singosari Malang yang menarik air dari kawasan Gunung Arjuna sejauh 15 kilometer, bahkan di titik lain hingga mencapai 17 kilometer.

"Kalau di desa ini terkonfirmasi ada titik air terdekat, kita bisa bersama-sama membangun konektivitas pipanisasi agar air itu bisa dialirkan ke desa ini," kata Khofifah.

Ia mengakui tantangan pipanisasi tidak mudah. Di beberapa lokasi yang sudah terkonfirmasi ada sumber air, namun upaya pipanisasi sempat terkendala karena kekhawatiran warga desa sekitar sumber air tidak tercukupi.

Selian itu upaya yang bisa dilakukan, kata Khofifah, adalah dengan melakukan pengeboran sumur. Namun tiap daerah memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

"Ada yang di kedalaman 90 meter sudah keluar air, ada yang hingga 200 meter masih bertemu batu hingga mata bor harus diganti 19 kali," sebutnya.

Tidak berhenti di situ, Khofifah mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 3 September yang lalu. Setiap kali terdeteksi awan yang masuk ke daratan Jawa Timur, langsung dilakukan penyemaian untuk menghasilkan hujan ringan hingga sedang.

"Kita melakukan sangat banyak ikhtiar sejak tanggal 3 September lalu. Kalau BMKG mendeteksi adanya awan yang masuk ke daratan Jatim, kita lakukan penyemaian dan itu jadi hujan ringan sampai sedang," jelasnya.

Di sisi lain, Khofifah juga mengajak semua pihak untuk melakukan ikhtiar spiritual. Secara khusus, Gubernur Khofifah meminta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jatim untuk mengimbau masjid-masjid melaksanakan Salat Istisqa' usai pelaksanaan Salat Jumat pada pekan depan.

"Kemarin kita sudah melakukan Salat Istisqa', saya minta Jumat depan di masjid-masjid setelah Salat Jumat dilaksanakan Salat Istisqa, salat mohon kepada Allah agar diturunkan hujan yang membawa rahmat dan manfaat," tandasnya.



Simak Video "Video: 10 Wilayah Tertinggi Kekeringan, Kabupaten di Pulau Jawa Mendominasi"

(auh/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork