Pemprov Jatim melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) akan membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus mengawasi dan mengoptimalkan aset daerah. UPT ini akan fokus mengelola aset-aset daerah untuk memberi sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pemprov Jatim akan membentuk UPT namanya UPT Pengamanan dan Pengelolaan Aset. Tujuannya untuk optimaisasi aset sebagai sumber PAD," kata Kepala BPKAD Jatim M Yasin di Surabaya, Selasa (22/9/2026).
Yasin membeberkan ada banyak aset Pemprov Jatim yang masih bermasalah. Mulai dari aset yang dikuasai pihak lain, hingga aset yang belum memiliki sertifikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UPT ini nanti secara teknis akan fokus melakukan penyelesaian aset milik Pemprov yang bermasalah, aset yang dikuasai pihak lain, aset yang belum memiliki sertifikat, aset yang dipakai pihak lain tetapi belum dilengkapi dokumen administrasi, dan lain lain," jelasnya.
Yasin membeberkan ada 8 aset yang masih dalam proses penyelesaian, di antaranya aset tanah milik Dinas Pertanian di Desa Sumberejo Kecamatan Pagak Kab Malang, Aset Bakorwil Malang di Jalan Simpang Ijen, Aset Dinas Perhubungan di Jalan Jemur Andayani I.
Lebih lanjut Yasin mengatakan UPT tersebut nantinya juga akan fokus untuk mendayagunakan aset yang idle atau tidak dimanfaatkan untuk dapat dioptimalkan sebagai sumber pendapatan, seperti melalui sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, bangun serah guna/bangun guna serah dan lain lain
"Selama 5 tahun terakhir dari hasil pemanfaatan aset telah mampu menyumbangkan PAD ke APBD Jatim sebesar Rp 322,97 Miliar," bebernya.
BPKAD, lanjut Yasin juga telah melakukan penertiban dan pengamanan aset dengan melakukan sertifikasi aset tanah sejumlah 2.641 sertifikat selama 5 tahun terakhir.
"Dari 4.815 Bidang yang sudah bersertifikat sejumlah 3.000 bidang, yang belum bersertifikat ada 1.506 bidang dan sisanya tidak bisa disertifikatkan karena status tanah," jelasnya.
"BPKAD juga terus melakukan penanganan aset bermasalah bekerjasama dengan Kejaksaan Tinggi, dan sudah berhasil menyelesaikan 28 Aset bermasalah," tandasnya.
