Beredar informasi viral di media sosial mengenai dugaan pelecehan seksual dengan modus membuat konten video pemberian boneka. Peristiwa itu disebut terjadi di Jalan Tunjungan, Surabaya.
Salah satu warganet di media sosial Threads membagikan cuitannya tentang dugaan pelecehan tersebut.
"Buat perempuan yang lagi me time atau sama temen perempuan juga ketika lagi jalan" di JI. Tunjungan siang" atau malem" kalian harus hati" kalo liat gerombolan cowo biasanya nongkrong di depan family mart dan Indomaret depan kopi Djawa ada sekitar 5 orang atau lebih salah satu nya bawa motor ninja, terus bawa boneka Tedy bear," tulis unggahan tersebut dilihat detikJatim, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, modus yang digunakan adalah dengan mengajak perempuan-perempuan yang ada di sekitar Jalan Tunjungan untuk membuat konten video.
"Awalnya dicegat kemudian diajak bikin konten yg katanya itu cuma boneka, bilangnya gini "nanti kita Tos an biasa kak terus nanti aku kasih boneka aja, abis itu nanti saling lempar sama temennya sambil ketawa-ketawa aja"," lanjutnya.
Namun ternyata boneka yang diberikan dalam konten tersebut dinilai ambigu. Banyak perempuan yang diduga telah menjadi korbannya.
"Disitu dia ga bilang kalo boneka nya AMBIGU, sekali lagi AMBIGU, setelah aku stalk apa ytb nya ternyata banyak banget korban nya, dan masih berkeliaran di JL. TUNJUNGAN dividio nya sih diliat" nih org cari cewe yg jalan berdua biar bisa buat lempar"an bonekanya," imbuh cuitan itu.
Konten tersebut kemudian diunggah di akun YouTube. Saat ditelusuri detikJatim, ada beberapa konten pemberian boneka kepada perempuan di Jalan Tunjungan. Sejumlah warganet pun berkomentar di sana.
"Pelecehan bro. Masih ada di situ ya? Hati" banyak yg geruduk," tulis salah satu akun di kanal YouTube pengunggah konten.
detikJatim telah berupaya menghubungi pengunggah cuitan dugaan pelecehan seksual dengan modus konten pemberian boneka yang viral tersebut. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons.
Sementara itu, Kasatres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari juga menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban.
"Mohon waktu cek, info dari (petugas) yang piket belum ada (laporan korban)," tuturnya.
Namun ia memastikan bahwa pihak kepolisian akan menelusuri terkait informasi viral tersebut.
"Njeh (iya, tetap ditelusuri)," tukasnya.
Simak Video "Video: Sempat Hambat Proses Penyelidikan Satgas PPK USU Ingin Terduga Pelaku Pelecehan Kooperatif"
(auh/hil)