Perusahaan Lokasi HRD Diduga Lecehkan Pelamar Didatangi Disperinaker

Perusahaan Lokasi HRD Diduga Lecehkan Pelamar Didatangi Disperinaker

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 18 Sep 2026 22:11 WIB
Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Surabaya, Tranggono Wahyu Wibowo
Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Surabaya, Tranggono Wahyu Wibowo. (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya mendatangi PT Hersindo Logistic Indonesia terkait pelamar kerja perempuan yang diduga jadi korban pelecehan seksual oknum HRD. Ada pun beberapa temuan yang didapat Disperinaker.

Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Surabaya, Tranggono Wahyu Wibowo mengatakan, pihaknya menindaklanjuti laporan warga di hotline Wali Kota Eri Cahyadi dengan mendatangi perusahaan dan bertemu perwakilan hari ini, Jumat (18/9/2026).

"Pada prinsipnya perusahaan sangat terbuka dan punya itikad baik untuk meluruskan duduk permasalahan di perusahaan ini. Kebetulan yang bersangkutan yang diduga melakukan tindakan tersebut sudah resign dari perusahaan per tanggal 14 September," kata Tranggono kepada wartawan di kantor perusahaan, Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tranggono menjelaskan, dalam rangka mencari kebenaran, Disperinaker meminta perusahaan menyerahkan data yang mengikuti interview. Perusahaan juga menyanggupi mengonfirmasi pelamar yang mengikuti interview untuk mencari kebenarannya.

ADVERTISEMENT

"Karena laporan ini juga kami belum ada bukti, sehingga kami juga harus bersama-sama membuktikan. Dan kami janjikan kepada perusahaan ketika nanti data sudah ada kami akan kontak satu per satu kepada para pencaker yang ikut interview di sini, proses rekrut di sini, untuk memastikan bahwa yang disampaikan itu adalah benar," ujarnya.

Selain itu, Disperinaker juga memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk melakukan klarifikasi kepada oknum HRD. Sebab, diduga oknum HRD melakukan interview sendiri.

"Karena ternyata perusahaan juga tidak tahu. Saat interview ada dugaan seperti itu, perusahaan tidak punya bukti. Ini yang bersangkutan melakukan interview secara sendiri," jelasnya.

Terkait pengisian dua form online dan lowongan pekerjaan posisi terapis pijat family reflexology seperti di aplikasi Glints yang ditunjukkan terduga korban kepada detikJatim, Disnaker telah mengonfirmasi kepada perusahaan. Di mana tidak ada lowongan pada posisi tersebut.

"Yang dua link yang disampaikan kuasa hukumnya ini tidak mengetahui terkait dengan teknis. Kami konfirmasi ke perusahaan kalau tidak ada terapis, yang dibutuhkan adalah tim accounting, keuangan tim IT," urainya.

Sedangkan yang tertera di aplikasi Glints, Disnaker sedang mencari info. Karena lowongan pekerjaan disampaikan lewat salah satu job portal memang dibenarkan perusahaan.

"Tadi juga pihak perusahaan menyampaikan sempat buka lowongan ke salah satu job portal. Nah, mungkin kami perlu tahu itu (di Glints). Kalau memang di situ ada terapis dan sebagainya, saya malah belum tahu itu," pungkasnya.



(auh/abq)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads