Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) kawasan pegunungan Kawi dari Gunung Buthak di wilayah Kabupaten Malang meluas hingga Gunung Pitrang yang berada di Kabupaten Blitar. Data terbaru hingga Minggu 20 September 2026, luasan area yang terbakar sudah melebihi 1.000 hektare.
Administratur Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan, pada Rabu 16 September 2026 tercatat area terdampak kebakaran sekitar 1.050 hektare. Kini, estimasi luasan area terbakar makin meluas hingga mencapai sekitar 1.500 hektare.
"Luasan sejauh ini (diperkirakan) 1.500-an hektare," ungkap Kelik saat dihubungi detikJatim, Minggu (20/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, berdasarkan perkembangan terbaru, titik api di Gunung Buthak dan Kawinajang telah dinyatakan padam. Api yang masih terpantau berada di kawasan Gunung Pitrang yang merupakan rembetan dari kebakaran pegunungan Kawi.
"Untuk titik api yang masih menyala itu yang ada di wilayah KPH Blitar, Gunung Pitrang gitu nggih. Itu masuk Kabupaten Blitar," kata Kelik
Upaya pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing terus digencarkan untuk menggempur titik api di medan-medan ekstrem yang sulit dijangkau dari darat. Hari ini, merupakan hari ketujuh pelaksanaan operasi water bombing secara berturut-turut sejak diterjunkan pada awal pekan lalu.
"Hari ini tetap dilakukan water bombing oleh BNPB. Jadi sudah hari ketujuh hari ini pelaksanaan water bombing-nya," terang Kelik.
Sebagai informasi, pegunungan Kawi atau sering disebut pegunungan Putri Tidur secara umum terdiri dari tiga gunung utama, antara lain Gunung Kawi, Buthak dan Panderman.
Kebakaran ini berawal dari kemunculan titik api pada Selasa (1/9/2026) lalu, yang sempat menghanguskan lahan dan hutan di Petak 100 Gunung Buthak, Kabupaten Malang, seluas 15 hektare sebelum berhasil diatasi. Namun, terpaan angin memicu timbulnya titik api baru pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kondisi angin kencang yang melanda kawasan pegunungan membuat api merembet cepat hingga membakar areal hutan di Gunung Buthak dan Kawinajang. Pada Kamis (10/9/2026), kebakaran sempat dinyatakan padam dan penyisiran darat pada Jumat (11/9/2026) tidak lagi menemukan titik api.
Namun, terpaan angin kencang pada Sabtu (12/9/2026) malam memicu timbulnya titik api baru di lereng Gunung Buthak dan Kawinajang. Api kemudian merambat ke lereng selatan hingga memasuki wilayah Kabupaten Blitar, Selasa (15/9/2026).
Berbagai upaya pemadaman terus dilakukan, termasuk penerjunan ratusan personel gabungan di jalur darat serta operasi water bombing yang telah memasuki hari ketujuh hingga Minggu (20/9/2026).
Sampai saat ini terpantau untuk Gunung Buthak dan Kawinajang sudah dinyatakan padam. Saat ini kobaran api terpantau masih ada di kawasan Gunung Pitrang, Kabupaten Blitar.
