Medsos Akun Konten Boneka di Tunjungan Diprivat, Video YouTube Hilang

Medsos Akun Konten Boneka di Tunjungan Diprivat, Video YouTube Hilang

Aprilia Devi - detikJatim
Minggu, 20 Sep 2026 16:31 WIB
Pemilik akun pelecehan modus konten boneka di Jalan Tunjungan Surabaya
Pemilik akun pelecehan modus konten boneka di Jalan Tunjungan Surabaya. (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Akun TikTok yang sempat mengunggah konten dugaan pelecehan seksual modus boneka di Jalan Tunjungan, Surabaya, kini diprivat. Sementara sejumlah video boneka yang sebelumnya ada di YouTube kini sudah tidak ditemukan.

Akun TikTok dan YouTube tersebut menggunakan username @takimofficial08. Akun TikTok itu diprivat dan video YouTube di-takedown setelah dugaan pelecehan dengan modus konten boneka di Jalan Tunjungan ramai dibicarakan di media sosial.

Perempuan berinisial ASN, yang mengaku pernah menjadi salah satu orang yang diajak membuat konten tersebut, menduga akun itu diprivat setelah kasusnya ramai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepertinya dia takut kalau viral makanya langsung dihapus dan diprivat," kata ASN saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (20/9/2026).

Ia mengatakan sebelumnya masih banyak video serupa yang dapat ditemukan di akun tersebut. Tak hanya di TikTok, video konten boneka yang sebelumnya disebut ASN ada di YouTube juga telah di-takedown.

ADVERTISEMENT

"Padahal sebelumnya masih banyak banget video-videonya," tuturnya.

ASN sebelumnya mengaku mengalami sendiri pembuatan konten tersebut saat berada di Jalan Tunjungan pada 5 Agustus 2026.

Saat itu, dia bersama temannya dihampiri dua pria yang menawarkan pembuatan video dengan alasan hanya membutuhkan waktu sekitar 20 detik. Dalam video tersebut, mereka diminta tos, menerima boneka, melihat dan memegang bagian ekor boneka, kemudian tertawa dan saling melemparkannya.

ASN mengaku baru mengetahui konteks konten tersebut setelah mencari akun pembuat video sepulang dari Jalan Tunjungan. Dia kemudian memilih melaporkan akun tersebut, tetapi belum berani menceritakan pengalamannya ke publik.

Kini setelah kasus tersebut ramai, ASN berharap ada pengawasan lebih terhadap aktivitas pembuatan konten semacam itu di kawasan Jalan Tunjungan.

"Harapanku buat ke depannya mungkin bisa dirazia aja, Kak, sama Satpol PP yang bertugas di sana, dan nggak bakal berkeliaran lagi ke Tunjungan," ungkapnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads