Unggahan seorang perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual saat melamar kerja di sebuah perusahaan logistik di Surabaya viral di media sosial. Dalam unggahannya, perempuan tersebut menyebut pelecehan diduga dilakukan oknum Human Resource Development (HRD) dengan modus mengecek apakah pelamar lesbian atau menyukai sesama perempuan.
Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya. Petugas mendatangi PT Hersindo Logistic Indonesia pada Jumat (18/9/2026) untuk meminta klarifikasi perusahaan sekaligus menelusuri kebenaran laporan yang disampaikan warga.
Dugaan pelecehan itu diungkap melalui akun Threads @tikusgarong000. Dalam unggahannya, perempuan tersebut mengingatkan para pencari kerja agar berhati-hati saat melamar pekerjaan, khususnya di salah satu perusahaan logistik di Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku menemukan kejanggalan sejak proses rekrutmen awal. Pelamar disebut diminta mengisi dua formulir daring, salah satunya meminta data pribadi hingga foto sambil memegang KTP.
"Mulai dari proses rekrutmen tahap awalnya sedikit janggal. biasanya proses ke tahap interview cuma disuruh bawa dokumen, beda sama perusahaan ini dia suruh untuk mengisi terlebih dahulu 2 link, yang satu link untuk mengisi data diri tapi ini data dirinya yang sampai privasi banget bahkan sampai disuruh foto sambil pegang ktp sumpahh. Aku sertakan buktinya. Terus yang link 2 untuk tes online biasa," demikian unggahan yang dilihat detikJatim, Kamis (17/9/2026).
Menurut pengakuannya, kejanggalan berlanjut saat wawancara dengan seorang oknum HRD. Wawancara disebut berlangsung hingga sekitar dua jam.
Perempuan tersebut menuding oknum HRD melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah kandidat perempuan. Dia menyebut tindakan tersebut dilakukan dengan alasan untuk membuktikan apakah pelamar menyukai sesama perempuan atau tidak.
"Sumpah ini gak nyangka banget sihh, ternyata yang buat interview sampek 2 jam itu si oknum HRD ini melakukan pelecehan seksual kepada semua kandidat cewek. Modusnya beragam ada yang disuruh pijat paha dia bahkan dia mau lepas celana kek whatttt j*nc*k banget, ada yang yang disuruh cium bibir untuk membuktikan kalo kandidat ini gak lesbi," terang unggahan tersebut.
Unggahan itu kemudian menyebar luas dan mendapat perhatian publik. Dugaan tersebut juga ditindaklanjuti melalui laporan warga kepada Pemkot Surabaya.
HRD yang Diduga Terlibat Sudah Resign
PT Hersindo Logistic Indonesia kemudian memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut. Penasihat Hukum PT Hersindo Logistic Indonesia, Amseki Tanaem, mengatakan pihak perusahaan membantah adanya perbuatan pelecehan tersebut.
"Iya, kami membantah adanya perbuatan tersebut," kata Amseki kepada wartawan di kantor perusahaan, Jumat (18/9/2026).
Namun, Amseki menyebut manajemen belum mengetahui secara pasti persoalan yang melibatkan oknum HRD tersebut. Menurut dia, perusahaan juga belum menerima bukti maupun data pendukung dari pihak yang mengaku sebagai korban.
Di sisi lain, perusahaan mengungkap HRD yang diduga melakukan tindakan tersebut sudah tidak lagi bekerja. HRD itu disebut mengundurkan diri pada 14 September 2026.
"HRD-nya diketahui sempat mengundurkan diri di tanggal 14 September yang lalu," kata Amseki.
Amseki mengaku belum mengetahui alasan pengunduran diri tersebut. Dia menyebut HRD itu telah bekerja di perusahaan logistik tersebut selama kurang lebih satu tahun.
"Saya kurang tahu alasannya kenapa, karena saya belum membaca surat alasannya," ujarnya.
Meski membantah adanya pelecehan, perusahaan membuka ruang bagi perempuan yang mengaku sebagai korban untuk memberikan klarifikasi dan bukti. Perusahaan juga mempersilakan korban membuat laporan kepada pihak berwenang.
"Kami yakini itu dilakukan oleh oknum yang seharusnya dia bertanggung jawab melakukan perbuatan tersebut. Korban yang merasa dirugikan atas perbuatan tersebut, bisa datang kepada kami untuk memberikan klarifikasinya maupun menyampaikan bukti-bukti bahwasanya mereka diduga menjadi korban pelecehan seksual terhadap orang yang diduga HRD di perusahaan kami. Kami bersedia untuk membantu ketika hal tersebut memang benar adanya," terang Amseki.
"Atau datang langsung pada kami, atau menyampaikan atau membuat aduan, pengaduan, atau laporan di kepolisian. Silakan," tegasnya.
Perusahaan Bantah Ada Dua Formulir Janggal
Selain dugaan pelecehan saat wawancara, perusahaan juga membantah adanya mekanisme rekrutmen dengan dua formulir daring seperti yang disampaikan perempuan tersebut.
"Setahu saya tidak ada, karena di perusahaan selama ini ketika rekrutmen ya hanya membawa berkas-berkas. Saya kurang paham (mengisi dua link)," pungkasnya.
Keterangan itu kemudian turut diklarifikasi oleh Disperinaker Surabaya saat mendatangi perusahaan.
Disperinaker Telusuri Para Pelamar
Kabid Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jamsostek Disperinaker Surabaya, Tranggono Wahyu Wibowo, mengatakan pihaknya mendatangi perusahaan setelah menerima laporan warga melalui hotline Wali Kota Eri Cahyadi.
Menurut Tranggono, perusahaan terbuka untuk membantu mengungkap persoalan tersebut. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meminta data pelamar yang mengikuti proses wawancara.
"Pada prinsipnya perusahaan sangat terbuka dan punya itikad baik untuk meluruskan duduk permasalahan di perusahaan ini. Kebetulan yang bersangkutan yang diduga melakukan tindakan tersebut sudah resign dari perusahaan per tanggal 14 September," kata Tranggono kepada wartawan di kantor perusahaan, Jumat (18/9/2026).
Disperinaker menyebut belum memiliki bukti untuk memastikan dugaan tersebut. Karena itu, pihaknya akan meminta data pelamar yang mengikuti proses rekrutmen dan menghubungi mereka satu per satu.
"Karena laporan ini juga kami belum ada bukti, sehingga kami juga harus bersama-sama membuktikan. Dan kami janjikan kepada perusahaan ketika nanti data sudah ada kami akan kontak satu per satu kepada para pencaker yang ikut interview di sini, proses rekrut di sini, untuk memastikan bahwa yang disampaikan itu adalah benar," ujarnya.
Tranggono mengatakan proses wawancara diduga dilakukan HRD seorang diri. Karena itu, perusahaan disebut tidak mengetahui secara langsung apa yang terjadi selama wawancara.
"Karena ternyata perusahaan juga tidak tahu. Saat interview ada dugaan seperti itu, perusahaan tidak punya bukti. Ini yang bersangkutan melakukan interview secara sendiri," jelasnya.
Lowongan Terapis Pijat Juga Diklarifikasi
Disperinaker juga mengonfirmasi informasi mengenai lowongan pekerjaan yang disebut tertera di aplikasi Glints, termasuk posisi terapis pijat family reflexology yang ditunjukkan terduga korban kepada detikJatim.
Menurut Tranggono, perusahaan menyatakan tidak membuka lowongan untuk posisi terapis. Kebutuhan tenaga kerja yang disampaikan perusahaan antara lain untuk bidang akuntansi, keuangan, dan IT.
"Yang dua link yang disampaikan kuasa hukumnya ini tidak mengetahui terkait dengan teknis. Kami konfirmasi ke perusahaan kalau tidak ada terapis, yang dibutuhkan adalah tim accounting, keuangan tim IT," urainya.
Meski demikian, perusahaan membenarkan pernah memasang lowongan melalui salah satu portal pencari kerja. Disperinaker masih menelusuri informasi mengenai lowongan yang disebut tertera di Glints tersebut.
"Tadi juga pihak perusahaan menyampaikan sempat buka lowongan ke salah satu job portal. Nah, mungkin kami perlu tahu itu (di Glints). Kalau memang di situ ada terapis dan sebagainya, saya malah belum tahu itu," pungkasnya.
Simak Video " Menikmati Makan Malam Lezat di Restoran Hotel Mewah Surabaya "
[Gambas:Video 20detik] (abq/hil)
