Perempuan berinisial ASN buka suara soal dugaan pelecehan seksual dengan modus konten boneka di Jalan Tunjungan, Surabaya. Dia mengaku pernah diajak membuat konten tersebut pada 5 Agustus 2026.
ASN saat itu sedang jalan-jalan bersama temannya. Sekitar tengah malam, keduanya hendak pulang dan berjalan menuju parkiran di kawasan Jalan Tunjungan.
Tiba-tiba, dua pria menghampiri mereka. Keduanya menawarkan pembuatan konten dengan boneka yang disebut hanya membutuhkan waktu sekitar 20 detik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiba-tiba ada dua cowok nyegat kita. Bilang, 'Halo Kak, mau masuk konten nggak? Cuma take video 20 detik aja, paling lama. Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak'," kata ASN saat dikonfirmasi detikJatim, Minggu (20/9/2026).
ASN mengaku langsung menolak tawaran tersebut. Namun, temannya akhirnya menyetujui ajakan itu karena merasa tidak enak. ASN sempat membujuk temannya agar tidak ikut. Namun, dia justru ditarik untuk terlibat dalam pengambilan video tersebut.
Keduanya kemudian diminta melakukan pengambilan video sebanyak tiga kali dengan orang yang berbeda. Menurut ASN, konsepnya sama.
"Disuruh take konten itu tiga kali, dengan orang yang berbeda tapi konsep videonya sama semua. Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain," bebernya.
Setelah video selesai direkam, pria tersebut hanya mengucapkan terima kasih. ASN dan temannya kemudian pulang.
Sesampainya di rumah, ASN penasaran dan mencari akun pembuat konten tersebut. Dia mengaku kaget setelah melihat konten-konten lain yang menurutnya memiliki pola serupa dan mengandung unsur pelecehan seksual.
"Sebenarnya saya nggak tahu video saya dan teman saya itu sudah diposting atau belum. Waktu itu dia cuma bilang kalau di-upload di YouTube, penontonnya mayoritas orang luar negeri," tuturnya.
ASN kemudian melaporkan akun tersebut. Namun, saat itu dia belum berani menceritakan pengalamannya di media sosial.
"Waktu itu saya cuma berani report aja, nggak berani speak up ke sosial media," katanya.
Namun kini ia kemudian memberanikan diri meng-upload ke media sosial Threads hingga cuitannya viral. Dia mengaku khawatir masih ada perempuan lain yang mengalami hal serupa.
"Banyak sih kayaknya korban dia, tapi berhubung disuruh ketawa-ketawa ketika take konten jadi orang liatnya have fun, padahal itu pelecehan," tegasnya.
ASN juga mengaku kini merasa takut untuk kembali ke Jalan Tunjungan.
"Apalagi dia kalau ke Tunjungan sama gerombolannya. Jadi sekarang agak takut kalau ke Tunjungan," pungkasnya.
Sebelumnya, dugaan pelecehan dengan modus konten boneka di Jalan Tunjungan ramai dibicarakan di media sosial. Seorang warganet di Threads mengingatkan perempuan agar berhati-hati terhadap sekelompok pria yang disebut kerap menawarkan pembuatan konten di kawasan tersebut.
