Pemerintah Kabupaten Trenggalek menaikkan anggaran belanja infrastruktur sebesar Rp 37 miliar pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026. Anggaran akan digelontorkan untuk perbaikan sejumlah ruas jalan yang rusak.
Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohammad Natanegara mengatakan, P-APBD 2026 jumlah alokasi belanja modal naik Rp 63,3 miliar dari semula Rp 164 miliar menjadi Rp 227 miliar.
"Dari jumlah itu ada Rp 37 miliar yang dialokasikan untuk belanja infrastruktur," kata Syah, Selasa (8/9/2026).
Tidak hanya itu, pada semester kedua ini pemerintah juga menyiapkan anggaran Rp 19,6 miliar untuk pembebasan Jalur Lintas Selatan (JLS) serta belanja peralatan dan mesin sebesar Rp 45,7 miliar.
Menurutnya tambahan anggaran infrastruktur dilakukan untuk mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan. Harapannya dengan perbaikan akses jalan, makan mobilitas masyarakat dan perekomian akan semakin lancar.
"Ruang belanja ini bisa benar-benar menghasilkan infrastruktur, sarana dan prasarana yang berkualitas, fungsional dan memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat," jelasnya.
Dalam jangka waktu empat bulan ke depan pemerintah daerah akan memaksimalkan penyerapan anggaran P-APBD 2026 tersebut, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.
"Alhamdulillah hari ini pemda dan DPRD Trenggalek telah mengesahkan APBD Perubahan tahun 2026. Semoga kegiatan di Kabupaten Trenggalek bisa segera dilaksanakan dengan baik," kata Syah.
Dikonfirmasi terpisah Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, total pendapatan pada perubahan APBD Trenggalek 2026 disahkan sebesar Rp 1,815 triliun. Sementara itu anggaran belanja Rp 1,9 triliun.
"Dibanding sebelum ada perubahan, terjadi penurunan Rp 51 miliar. Sebenarnya penurunannya dari dana desa sebesar Rp 81 miliar karena ada pendapatan yang naik, sehingga kekurangannya itu sebesar Rp 51 miliar," jelasnya.
Lebih lanjut Doding menjelaskan, meskipun secara total APBD Trenggalek mengalami penurunan. Namun, khusus pos anggaran belanja modal justru ditingkatkan Rp 63,3 miliar.
Pihaknya mengaku sepakat dengan penambahan pos anggaran tersebut karena akan berdampak langsung terhadap masyarakat.
"Dalam belanja modal ini ada belanja jalan, irigasi, jembatan dan sebagainya, semoga bisa segera terserap. Sehingga bisa segera dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Simak Video "Video: Reaksi Purbaya soal Gubernur Keberatan Anggaran Daerahnya Dipotong"
(auh/abq)