Duh, 360 Jemaah Umrah di Mojokerto-Jombang Batal Berangkat

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Jumat, 04 Sep 2026 20:45 WIB
Sejumlah calon jemaah umrah yang batal berangkat datangi PT Annisa Ahmada. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Sekitar 360 jemaah umrah asal Mojokerto dan Jombang batal berangkat ke tanah suci. Pihak travel, PT Annisa Ahmada (ITS Grup) berdalih terpaksa menunda keberangkatan ratusan jemaah karena tertipu agen tiket pesawat.

Salah satunya Novi Atriani (25), jemaah umrah asal Mojoanyar, Mojokerto. Ia tergiur mengambil paket Milad seharga Rp 33,8 juta untuk 12 hari ibadah umrah, yaitu 4 hari di Madinah, 6 hari di Makkah. Sehingga ia membayar uang muka Rp 15 juta pada 17 Mei 2026.

Kemudian Novi melakukan pelunasan pada 27 Juni 2026. Meski begitu, PT Annisa Ahmada mengenakan biaya tambahan Rp 3 juta. Mereka berdalih untuk menutup kenaikan avtur atau bahan bakar pesawat. Novi pun membayarnya pada 7 Agustus 2026. Sehingga total pembayarannya Rp 36,8 juta.

"Dijanjikan berangkat 30 Agustus kemarin, jam 3 disuruh kumpul di bandara, saya sudah siap-siap, tiba-tiba jam setengah 11 malam dikabari kalau ada miss komunikasi dengan pihak tiket, diundur tanggal 1, gagal lagi, dijanjikan tanggal 2, gagal lagi, dijanjikan tanggal 5 September," terangnya kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Oleh sebab itu, Novi bersama 14 jemaah lainnya mendatangi kantor PT Annisa Ahmada Cabang Mojokerto di Jalan PB Soedirman pada Kamis (3/9). Saat itu, ia membatalkan ibadah umrahnya, serta meminta pengembalian pembayaran (Refund). Ia legowo meskipun harus dipotong biaya visa dan lainnya.

"Saya pribadi mau refund karena saya terlanjur kecewa. Kalau awalnya sudah tidak jelas, saya takut endingnya juga tidak jelas. Dinjanjikan refund dalam 7 hari. Kalau sampai batas waktu tidak ada refund, terpaksa saya ambil jalur kepolisian," tegasnya.

Tidak semua jemaah umrah paket Milad meminta refund. Novia Setiawati misalnya, tetap ingin berangkat ke tanah suci meskipun mundur dari 30 Agustus ke 5 September 2026. Namun, ia membuat surat perjanjian dengan PT Annisa Ahmada.

Apabila 5 September nanti batal diberangkatkan lagi, ia memilih refund. Totalnya Novi sudah membayar Rp 37,15 juta kepada PT Annisa Ahmada. Meliputi paket Milad Rp 33,8 juta, biaya kenaikan avtur Rp 3 juta, serta tour Kota Thaif Rp 350.000.

"Saya pakai surat perjanjian, kalau tanggal 5 meleset lagi, saya pilih mundur. Karena saya masih ingin berangkat ke sana," ujar jemaah asal Sooko, Mojokerto ini.

Tertundanya keberangkatan umrah juga membuat gusar Abdul Jalil (53), jemaah asal Desa Sidorejo, Jetis, Mojokerto. Ia umrah bersama anaknya mengambil paket Milad di PT Annisa Ahmada seharga Rp 67,6 juta untuk 2 orang. Uang tersebut hasilnya menabung sejak tahun 1995.

Betapa tidak, Jalil terlanjur menggelar syukuran. Seluruh keluarganya pun datang untuk mendoakannya menunaikan umrah. Belum lagi masalah cuti dari tempat kerjanya yang sudah disetujui sejak 29 Agustus 2026.

"Kalau sudah pasti tanggal 5 September, saya berangkat. Kalau tanggal 5 tidak jadi berangkat, saya minta refund saja," jelasnya.

Manajer PT Annisa Ahmada Cabang Mojokerto, Zulfa Rizki Maulana menuturkan, pihaknya bakal kooperatif melayani para jemaah. Baik yang ingin tetap berangkat umrah maupun yang meminta pengembalian dana.

Jumlah jemaah yang batal berangkat sekitar 360 orang asal Mojokerto dan Jombang. Baik yang mengambil paket Milad maupun paket umrah yang lebih murah.

"Kurang lebih sekitar 360 Mojokerto dan Jombang. Sebenarnya berangkat tanggal 30 (Agustus) kemarin. Kemudian kami mengganti tiketnya tanggal 5 (September)," terangnya.

Zulfa menjanjikan pengembalian dana para jemaah yang mengundurkan diri paling lama 7 hari. Tentunya dana tidak akan dikembalikan 100% karena harus dipotong biaya pengurusan visa dan perlengkapan umrah.

"Kami prioritaskan yang pemberangkatannya paling dekat dulu, kami maksimal 1 minggu, dipotong visa dan perlengkapan umrah," cetusnya.

Terkait penyebab tertundanya keberangkatan ratusan jemaah umrah, tambah Zulfa, karena agen tiket yang bermasalah. Pihaknya merasa tertipu oleh agen tiket asal Jakarta itu. Sebab tiket pesawat para jemaah tak kunjung diberikan meskipun sudah dibayar.

"Kendalanya ada di agen tiketnya. Kami ditipu agen tiketnya. Jadi, kami masih berusaha untuk memperbaiki kerugian kami. Kami sudah membayar tiketnya," tandasnya.



Simak Video "Menikmati Kebahagiaan Sederhana Tanpa Gadget di Mojokerto"

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork