September Puncak Kemarau, 24 Daerah di Jatim Dilanda Kekeringan

September Puncak Kemarau, 24 Daerah di Jatim Dilanda Kekeringan

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 05 Sep 2026 19:40 WIB
Kekeringan di Jatim
Ilustrasi kekeringan di Jatim/Foto: Istimewa
Surabaya -

BMKG memperkirakan Jawa Timur masih memasuki puncak musim kemarau pada September 2026. Saat ini, sebanyak 24 kabupaten/kota telah dilanda kekeringan di Jawa Timur.

Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, potensi kekeringan di Jawa Timur bisa melanda hingga 29 kabupaten/kota. Kini sudah ada 24 daerah yang menetapkan status kedaruratan kekeringan.

"Potensinya ada 29 kabupaten/kota, sejauh ini sudah 24 kabupaten/kota mengeluarkan status kedaruratan kekeringan. Di mana 6 kabupaten statusnya tanggap darurat, dan 18 kabupaten siaga darurat," kata Gatot saat dikonfirmasi detikJatim, Sabtu (5/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data BPBD Jatim menunjukkan 24 daerah itu yakni Bondowoso, Lamongan, Banyuwangi, Lumajang, Bangkalan, Blitar, Pasuruan, Trenggalek, Gresik, Malang, Jember, Sampang, Mojokerto, Situbondo, Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Kota Batu, Pamekasan, Jombang, Bojonegoro, Probolinggo, Sumenep, dan Pamekasan.

ADVERTISEMENT

Gatot menyebut musim kemarau di tahun 2026 ini diprediksi lebih panjang dibanding tahun 2025. Selain itu, dampaknya di Jatim lebih luas.

"Kami terus melakukan distribusi air bersih ke daerah-daerah yang membutuhkan di antaranya Bondowoso, Kabupaten Mojokerto, Trenggalek, Pamekasan, Situbondo, Pacitan," tambahnya.

Untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Gatot menyebut sudah 3.834,35 Hektare (Ha) lahan yang terbakar di Jatim sejak awal Juni 2026.

"Luasan lahan yang terbakar terbesar di kawasan Bromo Tengger Semeru (TNBTS) serta Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo," jelasnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads