Konflik Timur Tengah Bikin Jemaah Umrah Asal Blora Cemas

Konflik Timur Tengah Bikin Jemaah Umrah Asal Blora Cemas

Suparno - detikJatim
Senin, 02 Mar 2026 19:15 WIB
Tuminah (48), jemaah umrah asal Desa Japah, Kabupaten Blora
Tuminah (48), jemaah umrah asal Desa Japah, Kabupaten Blora. (Foto: Suparno/detikJatim)
Sidoarjo -

Kekhawatiran sempat menyelimuti Tuminah (48), jemaah umrah asal Desa Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, saat berada di Tanah Suci. Ia takut tidak bisa kembali ke Indonesia setelah mendengar kabar konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Tuminah mengaku pertama kali mengetahui kabar perang dari keluarganya di kampung halaman. Informasi itu membuatnya cemas, terlebih setelah ia menuntaskan rangkaian ibadah umrah dan bersiap pulang.

"Saya dikabari keluarga di Blora katanya ada perang. Saya jadi kepikiran, bisa pulang enggak ya. Sampai sempat enggak bisa tidur," kata Tuminah saat ditemui detikJatim di Bandara Internasional Juanda, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tuminah berangkat umrah pada 17 Februari 2026 bersama rombongan dari Blora. Ia menempuh perjalanan sekitar 11 hari dengan penerbangan langsung menggunakan maskapai Indonesia tanpa transit di negara lain.

Menurut dia, kekhawatiran muncul karena mendengar ada jemaah dari rombongan lain yang penerbangannya sempat tertunda akibat maskapai asing dan rute transit di luar negeri.

ADVERTISEMENT

"Katanya ada yang transit sampai dua hari karena pesawat luar negeri. Saya tambah takut. Tapi alhamdulillah rombongan kami pakai penerbangan langsung dari Jedah ke Indonesia, jadi lancar sampai pulang," ujarnya.

Selama di Tanah Suci, Tuminah mengaku sempat terus memantau kabar dari Indonesia dan meminta doa keluarga agar perjalanan pulangnya aman. Kekhawatiran itu akhirnya sirna setelah mendapat penjelasan dari pembimbing bahwa penerbangan rombongannya tetap sesuai jadwal.

"Awalnya tetap kepikiran, tapi setelah diberi tahu penerbangan aman, saya jadi tenang. Ternyata benar, pulangnya lancar," kata dia.

Sementara itu, pemilik biro travel umrah, Genta Imam Sanjaya, mengatakan hingga kini keberangkatan dan kepulangan jemaah yang menggunakan penerbangan langsung dari Indonesia masih berjalan normal.

Menurut Genta, kendala lebih banyak dialami jemaah yang menggunakan maskapai asing dengan rute transit di negara tertentu yang terdampak penutupan ruang udara.

"Untuk yang penerbangan langsung dari Indonesia sejauh ini aman, sesuai jadwal. Yang sempat terdampak biasanya yang transit dan pakai maskapai luar negeri," ujar dia.

Meski demikian, pihaknya tetap memantau perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan pemerintah. Jika sewaktu-waktu ada imbauan resmi penundaan umrah, travel akan mengikuti aturan tersebut.

Ia menjelaskan, penundaan dapat berdampak pada operasional travel karena sebagian besar komponen perjalanan seperti tiket, hotel, dan visa biasanya sudah dibayar penuh sebelum keberangkatan.

"Kalau persiapan sudah 100 persen lalu ditunda, tentu mengganggu operasional travel. Tapi kalau ada kebijakan pemerintah, kami tetap ikut dan akan dialog dengan jemaah soal biaya yang sudah keluar," kata Genta.

Menurut dia, skema pengembalian dana (refund) bergantung pada maskapai. Tiket maskapai tertentu masih bisa dikembalikan, sedangkan sebagian lainnya bersifat non-refundable sehingga berpotensi hangus bila jemaah membatalkan sepihak.

"Kalau pembatalan dari jemaah sementara pesawat tetap terbang, biasanya tiket hangus. Tapi kalau dari maskapai atau kebijakan resmi, mekanismenya berbeda," ujarnya.

Genta menambahkan, hingga awal Maret ini masih ada beberapa jadwal keberangkatan umrah berikutnya, termasuk pada periode Ramadhan, yang telah dipersiapkan penuh.

"Untuk saat ini masih berjalan normal. Kami terus update perkembangan dan koordinasi dengan maskapai serta otoritas," kata dia.




(auh/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads