Kepasrahan 95 Jemaah Umrah asal Kuningan yang Berakhir Manis

Kepasrahan 95 Jemaah Umrah asal Kuningan yang Berakhir Manis

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Kamis, 06 Agu 2026 15:30 WIB
Suasana pemberangkatan 95 jemaah haji asal Kuningan yang sempat gagal berangkat karena masalah visa
Suasana pemberangkatan 95 jemaah haji asal Kuningan yang sempat gagal berangkat karena masalah visa (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar)
Kuningan -

Sebanyak 95 jemaah umrah asal Kuningan yang gagal berangkat di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (31/7/2026) karena masalah visa, kini mulai diberangkatkan kembali pada Kamis (6/8/2026).

Pantauan detikJabar di kantor travel umrah Al-Zamzami di Jalan Ciporang-Winduhaji, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, terlihat puluhan jemaah umrah sedang menunggu keberangkatan dengan menggunakan dua bus yang terparkir di samping kantor. Tak hanya jemaah umrah, puluhan pengantar juga tampak mendampingi para jemaah yang akan berangkat pada hari tersebut.

Salah satu jemaah umrah, Maman (55), mengaku terharu akhirnya bisa berangkat umrah setelah sempat tertunda akibat masalah visa. Kala itu, lanjut Maman, ia bersama puluhan jemaah lainnya sempat bermalam di Bandara Soekarno-Hatta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maman tidak memungkiri bahwa perasaan cemas dan khawatir menyelimuti dirinya saat menyadari jadwal keberangkatan tidak berjalan sesuai rencana. Kendati demikian, ia memilih untuk bersabar dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Sang Pencipta.

"Perasaan khawatir itu manusiawi. Cara mengatasinya ya zikir saja, mau bagaimana lagi. Setelah mendapat kabar tersebut, saya menginap sehari semalam di bandara, besoknya pulang. Namun, alhamdulillah sekarang sudah bahagia, dan senang," tutur Maman, Kamis (6/8/2026).

ADVERTISEMENT

Maman memaparkan bahwa ini merupakan pengalaman umrah pertamanya. Biaya keberangkatan ia kumpulkan dari hasil bekerja sebagai guru bahasa Inggris di salah satu SMA di Kuningan. Ia berharap perjalanan umrah kali ini dapat berjalan lancar tanpa kendala apa pun.

"Karena kalau haji kan sudah daftar tetapi belum berangkat-berangkat, jadi diselingi dengan umrah dulu. Targetnya 9 hari untuk umrah ini," tutur Maman.

Senada dengan Maman, jemaah umrah lainnya, Atik Dani Sartika asal Kelurahan Winduhaji, Kuningan, berangkat bersama istri dan anaknya ke Tanah Suci. Meski sempat khawatir karena gagal berangkat pada Jumat (31/7/2026), kini ia mengaku lega akhirnya bisa terbang ke Tanah Suci bersama keluarga dan puluhan jemaah lain.

"Alhamdulillah. Setelah mendengarkan penjelasan, ternyata kegagalan tersebut terjadi karena gangguan sistem. Jadi jemaah sudah menerima dengan lapang dada. Alhamdulillah sekarang jemaah berangkat bersama sesuai dengan jadwal yang disepakati," tutur Dani.

Sementara itu, Direktur Al-Zamzami Tour and Travel, Faisal, menjelaskan bahwa 95 jemaah yang tertunda keberangkatannya pada Jumat lalu semuanya diberangkatkan hari ini. Para jemaah tersebut dijadwalkan terbang pada Jumat (7/8/2026) dini hari sekitar pukul 00.40 WIB. Dan akan menjalankan ibadah umroh selama 9 hari.

"Alhamdulillah, hari ini sebanyak 95 jemaah dipulihkan keberangkatannya menuju Soekarno-Hatta. Insyaallah tiba di bandara jam 6 sore. Lalu, insyaallah jemaah diterbangkan pada pukul 00.40 WIB tanggal 7. Sebanyak 90 jemaah menggunakan pesawat SV827, sedangkan 5 jemaah lainnya dengan pesawat SV823. Mudah-mudahan saat tiba di Bandara King Abdul Aziz, semuanya bisa bersama-sama menuju Madinah selama 3 malam dan Mekkah 4 malam dan 2 hari perjalanan," tutur Faisal.

Faisal juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tertundanya keberangkatan para jemaah. Menurutnya, kegagalan berangkat tempo hari disebabkan oleh keterlambatan penerbitan visa. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

"Saya meminta maaf karena keterlambatan visa yang baru terbit pukul 21.00 WIB, sedangkan jadwal take-off pesawat pukul 21.40 WIB pada tanggal 31 malam. Masih ada sisa waktu 40 menit, tetapi SOP bandara mengharuskan keberadaan penumpang 2 jam sebelum keberangkatan. Jadi jemaah tidak bisa berangkat. Otomatis jemaah dirugikan, travel juga dirugikan. Keterlambatan visa tersebut terjadi karena kendala sistem dari Arab Saudi yang berkaitan dengan kebijakan kedua negara," pungkas Faisal.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads