Amalan Hari Terakhir Bulan Safar

Mira Rachmalia - detikJatim
Kamis, 30 Jul 2026 05:00 WIB
Ilustrasi amalan terakhir bulan Safar. Foto: Gemini AI
Surabaya -

Menjelang berakhirnya bulan Safar, tidak sedikit masyarakat yang masih mengaitkan hari terakhir bulan ini dengan datangnya musibah atau bala. Bahkan, sebagian orang masih percaya penghujung Safar merupakan waktu yang perlu diwaspadai sehingga muncul berbagai ritual atau amalan yang diyakini dapat menolak kesialan.

Padahal, anggapan tersebut telah lama diluruskan dalam ajaran Islam. Islam tidak mengenal konsep bulan yang membawa sial, termasuk bulan Safar. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan mengisi setiap waktu dengan amal saleh tanpa mengaitkannya dengan mitos tertentu.

Lantas, benarkah hari terakhir bulan Safar membawa bala? Adakah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di penghujung bulan ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

Benarkah Hari Terakhir Bulan Safar Membawa Bala?

Kepercayaan bahwa bulan Safar, terutama hari-hari terakhirnya, identik dengan kesialan telah ada sejak masa jahiliyah sebelum Islam datang.

Pada masa itu, sebagian masyarakat Arab meyakini bulan Safar merupakan waktu turunnya berbagai musibah sehingga mereka menghindari bepergian, menikah, atau melakukan aktivitas penting pada bulan tersebut.

Islam kemudian meluruskan keyakinan tersebut. Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada bulan yang membawa kesialan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

Artinya: Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula tanda kesialan (thiyarah), tidak (pula) burung (tanda kesialan), dan juga tidak ada (kesialan) pada bulan Safar. (HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi landasan bahwa Islam tidak membenarkan anggapan bulan Safar sebagai bulan sial. Musibah maupun nikmat terjadi atas kehendak Allah SWT dan tidak ditentukan oleh waktu atau bulan tertentu.

Karena itu, tidak ada dalil yang mengkhususkan hari terakhir bulan Safar sebagai hari turunnya bala. Meski demikian, penghujung bulan tetap dapat dijadikan momentum untuk memperbanyak ibadah dan melakukan muhasabah.

Mengakhiri satu bulan dengan amal saleh merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar memperbaiki diri sebelum memasuki bulan berikutnya. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya memanfaatkan setiap waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan Hari Terakhir Bulan Safar yang Dianjurkan

Walaupun tidak ada ibadah yang dikhususkan pada hari terakhir bulan Safar, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak amal saleh. Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

1. Memperbanyak Dzikir

Dzikir menjadi salah satu amalan terbaik yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk di penghujung bulan Safar.

Memperbanyak istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir dapat membantu menenangkan hati sekaligus mengingatkan bahwa setiap pergantian waktu merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Mengakhiri bulan dengan dzikir juga menjadi bentuk syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT selama satu bulan terakhir.

2. Memperbanyak Doa

Selain berdzikir, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa. Rasulullah SAW bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

Artinya: Doa adalah ibadah. (HR Tirmidzi)

Doa yang dipanjatkan dapat berupa permohonan ampunan, perlindungan dari segala keburukan, kesehatan, kemudahan rezeki, hingga harapan agar diberi kekuatan menjalani hari-hari berikutnya. Berdoa juga menjadi bentuk tawakal bahwa seluruh urusan berada dalam kuasa Allah SWT.

3. Bersedekah

Sedekah merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan. Penghujung bulan Safar dapat dimanfaatkan untuk berbagi kepada fakir miskin, kerabat, tetangga, maupun menyalurkannya melalui lembaga sosial terpercaya. Dalam salah satu hadis disebutkan:

بَاكِرُوا بِالصَّدَقَةِ؛ فَإِنَّ الْبَلَاءَ لَا يَتَخَطَّى الصَّدَقَةَ

Artinya: Bersegeralah dalambersedekah, karena seseungguhnya bala (bencana) tidak akan dapat melampaui sedekah. (HR Al Baihaqi Nomor 7831)

Sedekah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi sarana membersihkan harta, melatih kepedulian sosial, dan memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT.

4. Melaksanakan Shalat Sunnah

Memperbanyak sholat sunah juga menjadi amalan yang baik dilakukan di akhir bulan. Sholat sunah mutlak maupun sholat Hajat dapat menjadi sarana untuk memohon pertolongan, petunjuk, dan perlindungan kepada Allah SWT.

Amalan ini bukan karena hari terakhir Safar memiliki keistimewaan tertentu, melainkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual yang dapat dilakukan kapan saja.

5. Muhasabah

Penghujung bulan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri. Muhasabah membantu seseorang menilai kembali kualitas ibadah, memperbaiki kesalahan, dan menyusun target amal pada bulan berikutnya. Rasulullah SAW bersabda:

الْكَيْسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Artinya: Orang cerdas adalah yang bermuhasabah atas dirinya dan beramal untuk apa yang setelah kematian. Orang lemah adalah siapa saja yang dirinya mengikuti hawa nafsunya lalu ia berangan-angan terhadap Allah. (HR Ahmad)

Melalui muhasabah, seseorang dapat menutup bulan Safar dengan tekad menjadi pribadi yang lebih baik.

6. Menjalin Silaturahmi

Selain memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, penghujung bulan juga menjadi momen yang baik untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.

Memohon maaf, menyambung silaturahmi, serta membantu keluarga maupun tetangga merupakan bentuk amal saleh yang dianjurkan dalam Islam.

Silaturahmi tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga menjadi wujud nyata akhlak mulia yang diajarkan Rasulullah SAW.

Keutamaan Memperbanyak Amal Saleh di Penghujung Bulan

Mengisi penghujung bulan dengan amal saleh memberikan banyak manfaat, baik secara spiritual maupun sosial. Memperbanyak ibadah akan semakin mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT, menumbuhkan ketenangan hati, serta memperkuat rasa tawakal dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Selain itu, memperbanyak istighfar, doa, sedekah, dan ibadah sunnah menjadi sarana untuk memperbaiki kualitas diri sekaligus memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Islam mengajarkan bahwa setiap waktu adalah kesempatan beramal, bukan untuk diliputi ketakutan terhadap mitos yang tidak memiliki dasar syariat.

Oleh karena itu, menjadikan penghujung bulan sebagai momentum memperbanyak kebaikan merupakan langkah positif untuk menyambut bulan berikutnya dengan hati yang lebih bersih dan penuh harapan.

Hari terakhir bulan Safar bukanlah hari yang identik dengan bala atau kesialan. Islam justru mengajarkan agar umatnya tidak terjebak pada mitos, melainkan mengisi setiap waktu dengan amal saleh.

Memperbanyak dzikir, doa, sedekah, shalat sunnah, muhasabah, dan menjaga silaturahmi dapat menjadi cara terbaik menutup bulan dengan penuh syukur sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan berikutnya dengan keimanan yang lebih kuat.



Simak Video "Redtalks: Diskusi Inspiratif Lintas Generasi"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork