- Niat Puasa Ayyamul Bidh
- Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh
- Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 2026 Versi Muhammadiyah Versi Pemerintah dan NU
- Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh 1. Mendapat Pahala Seperti Puasa Sepanjang Tahun 2. Meneladani Sunah Rasulullah SAW 3. Melatih Ketakwaan dan Pengendalian Diri 4. Membiasakan Istikamah Beribadah 5. Menumbuhkan Kepedulian kepada Sesama
Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW dan dikerjakan secara rutin setiap pertengahan bulan Hijriah. Amalan ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk menambah pahala, melatih ketakwaan, sekaligus mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW.
Agar pelaksanaannya sesuai tuntunan, umat Islam perlu mengetahui bacaan niat, doa berbuka, serta jadwal puasa Ayyamul Bidh. Berikut niat puasa Ayyamul Bidh tiga hari lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, jadwal Safar 2026, dan keutamaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum menjalankan puasa Ayyamul Bidh, umat Islam dianjurkan membaca niat sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah. Niat puasa sunah ini dibaca setiap hari selama menjalankan puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Bacaan niatnya tetap sama, baik pada hari pertama, kedua, maupun ketiga, karena seluruhnya merupakan rangkaian puasa sunah Ayyamul Bidh. Berikut lafaz niat puasa Ayyamul Bidh lengkap dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΩΨ¨ΩΩΩΨΆΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih, sunah karena Allah Ta'ala.
Sebagaimana puasa sunah pada umumnya, niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan sejak malam hari. Namun, jika belum sempat berniat pada malam hari, niat masih diperbolehkan pada siang hari sebelum matahari tergelincir (zawal), selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh
Doa buka puasa Ayyamul Bidh dibaca sebagai ungkapan syukur setelah menunaikan ibadah puasa sunah sepanjang hari. Melafalkan doa saat berbuka menjadi momen penting untuk memohon keberkahan, mengharap pahala, serta menyempurnakan ibadah puasa yang telah dijalani sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Ψ§ΩΩΩΩΩ°ΩΩΩ ΩΩ ΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩ ΩΨͺΩ ΩΩΨ¨ΩΩΩ Ψ’Ω ΩΩΩΨͺΩ ΩΩΨΉΩΩΩΩ Ψ±ΩΨ²ΩΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ·ΩΨ±ΩΨͺΩ Ψ¨ΩΨ±ΩΨΩΩ ΩΨͺΩΩΩ ΩΩΨ§ Ψ£ΩΨ±ΩΨΩΩ Ω Ψ§ΩΨ±ΩΩΨΩΩ ΩΩΩΩ
Arab Latin: Allahumma laka sumtu wa bika amantu wa 'ala rizqika aftartu, birahmatika ya arhamarrahimin
Artinya: Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih.
Ψ°ΩΩΩΨ¨Ω Ψ§ΩΨΈΩΩΩ ΩΨ£Ω ΩΩΨ§Ψ¨ΩΨͺΩΩΩΩΨͺΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ±ΩΩΩΩΨ ΩΩΨ«ΩΨ¨ΩΨͺΩ Ψ§ΩΨ£ΩΨ¬ΩΨ±Ω Ψ₯ΩΩΩ Ψ΄ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ§ΩΩΩΩ
Arab Latin: Dzahabadzoma'u wabtalatil 'uruqu wa-tsabatal ajru insyaAllah
Artinya: Telah hilang dahaga, dan telah basah urat-urat, serta tetap pahala jika Allah menghendaki.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Safar 2026
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Pada bulan Safar 1448 Hijriah, jadwal pelaksanaannya berbeda antara Muhammadiyah dengan pemerintah dan NU karena perbedaan penetapan awal bulan. Berikut jadwal lengkapnya.
Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menetapkan 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Rabu 15 Juli 2026. Penetapan ini berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah. Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh versi Muhammadiyah adalah sebagai berikut.
- 13 Safar 1448 Hijriah: Senin 27 Juli 2026
- 14 Safar 1448 Hijriah: Selasa 28 Juli 2026
- 15 Safar 1448 Hijriah: Rabu 29 Juli 2026
Versi Pemerintah dan NU
Sementara itu, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kementerian Agama RI, pemerintah menetapkan 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada Kamis 16 Juli 2026. Penetapan ini juga menjadi acuan NU. Oleh karena itu, jadwal puasa Ayyamul Bidh versi pemerintah dan NU adalah sebagai berikut.
- 13 Safar 1448 H: Selasa 28 Juli 2026
- 14 Safar 1448 H: Rabu 29 Juli 2026
- 15 Safar 1448 H: Kamis 30 Juli 2026
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk melaksanakannya secara rutin karena memiliki berbagai keutamaan. Berikut beberapa keutamaan puasa Ayyamul Bidh dirangkum dari laman Baznas.
1. Mendapat Pahala Seperti Puasa Sepanjang Tahun
Keutamaan utama puasa Ayyamul Bidh adalah pahalanya yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda puasa tiga hari setiap bulan nilainya seperti puasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, sehingga puasa tiga hari setiap bulan setara dengan pahala puasa satu bulan penuh.
2. Meneladani Sunah Rasulullah SAW
Puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan yang rutin dianjurkan Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah RA, Nabi SAW berpesan agar tidak meninggalkan tiga amalan, yakni salat witir sebelum tidur, salat duha, dan puasa tiga hari setiap bulan.
3. Melatih Ketakwaan dan Pengendalian Diri
Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, puasa Ayyamul Bidh juga melatih seorang muslim untuk mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan, serta menjauhi perbuatan yang dilarang. Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
4. Membiasakan Istikamah Beribadah
Karena dilaksanakan setiap bulan, puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan yang dapat melatih konsistensi dalam beribadah. Meski hanya berlangsung selama tiga hari, jika dilakukan secara rutin akan menjadi kebiasaan baik yang mendatangkan pahala berkelanjutan.
5. Menumbuhkan Kepedulian kepada Sesama
Saat berpuasa, seseorang akan merasakan lapar dan haus sehingga lebih mudah memahami kondisi orang yang kekurangan. Oleh karena itu, puasa Ayyamul Bidh juga menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama agar nilai ibadah semakin sempurna.
Itulah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh tiga hari lengkap dengan doa berbuka, jadwal pelaksanaan versi Muhammadiyah maupun pemerintah dan NU, serta keutamaannya. Dengan mengetahui jadwal dan tata caranya, umat Islam dapat menjalankan salah satu puasa sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW lebih optimal.
