Setiap memasuki bulan Safar, pembahasan mengenai sholat tolak bala kembali ramai dicari masyarakat. Tidak sedikit yang meyakini ada amalan khusus berupa sholat dua rakaat untuk memohon perlindungan dari berbagai musibah yang dipercaya turun pada bulan tersebut.
Di sisi lain, muncul pula pertanyaan apakah amalan tersebut benar-benar memiliki dasar dalam syariat Islam atau hanya berkembang sebagai tradisi di tengah masyarakat.
Dalam ajaran Islam sendiri, tidak ada keyakinan bahwa bulan Safar merupakan bulan pembawa sial atau penuh kesialan. Rasulullah SAW bahkan menolak anggapan tersebut melalui hadis yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis sahih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana hukum sholat tolak bala di bulan Safar, bagaimana niat yang banyak beredar, serta seperti apa tata cara pelaksanaannya? Simak penjelasan lengkap berikut agar tidak keliru memahami amalan ini.
Asal Sholat Tolak Bala Bulan Safar
Pembahasan mengenai sholat tolak bala di bulan Safar berawal dari tradisi yang berkembang di sebagian masyarakat Muslim, terutama di beberapa wilayah Asia Tenggara.
Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai musibah dan bencana.
Namun, penting dipahami bahwa tidak terdapat dalil sahih yang secara khusus memerintahkan pelaksanaan sholat tertentu pada bulan Safar sebagai sholat tolak bala.
Yang dianjurkan dalam Islam adalah memperbanyak ibadah kapan pun waktunya, termasuk sholat sunnah, membaca Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, bersedekah, dan memperbanyak doa.
Hal ini juga sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim:
ΩΩΨ§ ΨΉΩΨ―ΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ§ Ψ·ΩΩΩΨ±ΩΨ©Ω ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΨ§Ω ΩΨ©Ω ΩΩΩΩΨ§ Ψ΅ΩΩΩΨ±Ω
Artinya: Tidak ada (keyakinan) penyakit menular yang berdiri sendiri, tidak ada tathayyur (anggapan sial), tidak ada hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Shafar. (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Niat Sholat Tolak Bala
Di sejumlah daerah, terdapat lafal niat yang biasa dibaca sebelum melaksanakan sholat tolak bala. Perlu dipahami bahwa bacaan berikut merupakan niat yang berkembang dalam tradisi sebagian masyarakat dan bukan berasal dari hadis Nabi SAW.
Ψ§ΩΨ΅ΩΩΩΩΩ Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω ΩΩΨ―ΩΩΩΨΉΩ Ψ§ΩΩΨ¨ΩΩΨ§ΩΨ‘Ω Ψ±ΩΩΩΨΉΩΨͺΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Latin: Ushalli sunnatan li daf'il bala'i rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat melaksanakan shalat sunnah dua rakaat untuk memohon perlindungan dari bala karena Allah Ta'ala.
Dalam praktiknya, niat sebenarnya cukup dihadirkan di dalam hati. Lafal niat hanya berfungsi membantu menghadirkan maksud ibadah dan bukan menjadi syarat sah shalat.
Tata Cara Sholat Tolak Bala
Apabila seseorang ingin melaksanakan shalat sunnah sebagai bentuk doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, tata caranya pada dasarnya sama seperti shalat sunnah dua rakaat pada umumnya.
Pelaksanaan dimulai dengan takbiratul ihram disertai niat di dalam hati. Setelah itu membaca Surah Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan membaca surah Al-Qur'an.
Sebagian masyarakat memilih membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, maupun An-Nas karena ketiga surah tersebut berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT, meskipun tidak ada ketentuan khusus yang mewajibkannya.
Selanjutnya shalat dilaksanakan seperti biasa hingga salam. Setelah selesai, dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk musibah.
Sholat tersebut dapat dilakukan pada waktu-waktu yang diperbolehkan untuk melaksanakan shalat sunnah serta menghindari waktu-waktu yang dilarang.
Baca juga: Amalan Hari Terakhir Bulan Safar |
Doa Sebelum Sholat Tolak Bala
Sebelum melaksanakan shalat, sebagian ulama menganjurkan memperbanyak istigfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Salah satu bacaan istighfar yang sering diamalkan adalah sebagai berikut.
Ψ§ΩΨ³ΩΨͺΩΨΊΩΩΩΨ±ΩΨ§ΩΩΩ Ψ§ΩΩΨΉΩΨΈΩΩΩ Ω Ψ§ΩΩΩΩΩΨ°ΩΩΩ ΩΩΨ§Ψ₯ΩΩΩΩΩ Ψ₯ΩΨ§ΩΩ ΩΩΩΩΨ§ΩΩΨΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ§ΩΨͺΩΩΨ¨Ω Ψ₯ΩΩΩΩΩΩΩ ΨͺΩΩΩΨ¨ΩΨ©Ω ΨΉΩΨ¨ΩΨ―Ω ΨΈΩΨ§ΩΩΩ Ω ΩΨ’ΩΩΩ ΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΨ³ΩΩΩ ΨΆΩΨ±ΩΩΨ§ ΩΩΨ’ΩΩΩΩΨΉΩΨ§ΩΩΩΨ’Ω ΩΩΩΨͺΩΨ§ ΩΩΨ’ΨΩΩΩΨ§ΨͺΩΨ§ ΩΩΩΨ’ΩΩΨ΄ΩΩΨ±ΩΨ§
Artinya: Saya memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang penuh kedzaliman, yang tidak memiliki terhadap dirinya sendiri baik madarat dan manfaatnya, mati dan hidupnya maupun bangkitnya nanti.
Perbanyak istighfar merupakan amalan yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur'an dan hadis sehingga dapat diamalkan kapan saja, tidak hanya pada bulan Safar.
Doa Setelah Sholat Tolak Bala
Setelah selesai shalat, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa memohon keselamatan, kesehatan, serta perlindungan dari berbagai musibah. Di sejumlah daerah juga dikenal doa tolak bala yang dibaca setelah sholat.
Ψ¨ΩΨ³ΩΩ Ω Ψ§ΩΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΩΩΨΩΩ ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΩΩΨΩΩΩ Ω ΩΩΨ§Ψ΄ΩΨ―ΩΩΩΨ―ΩΨ§ΩΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΨ§Ψ΄ΩΨ―ΩΩΩΨ―ΩΨ§ΩΩΩ ΩΨΩΨ§ΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΩΩ Ψ£ΩΨΉΩΩΨ°ΩΨ¨ΩΩΩ Ψ¨ΩΩΩΩΩΩ ΩΨͺΩΩΩ Ψ§ΩΨͺΩΩΩΨ’Ω ΩΩΨ§ΨͺΩ ΩΩΩΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΨ±ΩΩΩΨΩ Ψ§ΩΩΨ§ΩΨΩΩ ΩΨ±Ω ΩΩΩ ΩΩΩ Ψ§ΩΨ―ΩΩΨ§Ψ‘Ω Ψ§ΩΩΨ§ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩΨ³Ω ΩΩΨ§ΩΨ―ΩΩΩ ΩΩ ΩΩΨ§ΩΩΩΩΨΩΩ Ω ΩΩΨ§ΩΩΨΉΩΨΈΩΩ Ω ΩΩΨ§ΩΩΩΨ¬ΩΩΩΩΩΨ―Ω ΩΩΨ§ΩΩΨΉΩΨ±ΩΩΩΩ Ψ³ΩΨ¨ΩΨΩΨ§ΩΩΩΩ Ψ₯ΩΨ°ΩΨ§ΩΩΨΆΩΩΩΨͺΩ Ψ§ΩΩ ΩΨ±ΩΨ§ Ψ£ΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩ ΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ, Ψ§ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ¨ΩΨ±ΩΨ§ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω Ψ§ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ¨ΩΨ±Ω Ψ¨Ψ±ΨΩ ΨͺΩ ΩΨ’Ψ§Ψ±ΨΩ Ψ§ΩΨ±ΩΨ§ ΨΩ ΩΩ
Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah' maka 'jadilah ia'.
Apabila menggunakan doa tersebut, sebaiknya dijelaskan bahwa bacaan tersebut merupakan doa yang berkembang dalam tradisi sebagian masyarakat Muslim dan bukan doa yang secara khusus diajarkan Rasulullah SAW untuk bulan Safar.
(irb/hil)
