Banyuwangi Diterjang Angin Kencang, Ini Pesan BMKG

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 27 Jul 2026 20:50 WIB
BMKG Banyuwangi keluarkan himbauan kewaspadaan cuaca ekstrem (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Kabupaten Banyuwangi mulai diterjang angin kencang seiring masuknya puncak musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak yang ditimbulkan, mulai dari meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga gelombang tinggi di perairan Selat Bali.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Banyuwangi Teguh Tri Susanto mengatakan, angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh Angin Monsun Timur atau Angin Monsun Australia. Fenomena tersebut muncul akibat perbedaan tekanan udara yang cukup besar antara Benua Australia dan Asia.

"Massa udara selalu bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Pergerakan udara dari Australia menuju Asia inilah yang kita kenal sebagai Angin Monsun Timur atau Angin Timuran. Perbedaan gradien tekanan yang cukup tinggi antara Benua Australia dan Asia inilah yang menyebabkan lonjakan kecepatan angin beberapa hari terakhir," ujar Teguh kepada detikJatim, Senin (27/7/2026).

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Secara umum, pola angin di Banyuwangi bertiup dominan dari arah Timur-Tenggara dengan cuaca dominan cerah berawan hingga berawan. Suhu udara berkisar antara 16 hingga 28 °C.

Mengingat kondisi vegetasi yang mulai mengering di puncak kemarau, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

"Kami menghimbau agar masyarakat berhati-hati ketika beraktivitas, khususnya yang berkaitan dengan api. Banyak titik yang mudah terbakar sehingga dapat memicu kebakaran hutan dan lahan," tegas Teguh.

Tak hanya di darat, kewaspadaan ekstra juga diminta di wilayah perairan. Kondisi cuaca maritim tiga hari ke depan di Selat Bali dan sekitarnya diprakirakan dominan berawan dengan angin bertiup dari arah Selatan berkecapatan 5 hingga 23 knot.

Arus dominan bergerak ke arah Selatan dengan kecepatan 0,2 hingga 4,1 knot. Tinggi gelombang signifikan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di Perairan Banyuwangi. Bahkan, potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4,0 meter diprediksi terjadi di Selat Bali Bagian Selatan dan Perairan Selatan Pulau Bali.

"Harap mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi, terutama di Selat Bali Bagian Selatan yang dapat menjalar ke area penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kondisi ini diprakirakan bertahan hingga tiga hari ke depan," tambahnya.

Mengingat kondisi cuaca yang sangat dinamis, BMKG meminta masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi Instagram, X, Telegram @InfoBMKG, atau mengunduh aplikasi InfoBMKG di App Store dan Play Store.



Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"

(auh/abq)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork