Fenomena bediding melanda Jawa Timur (Jatim). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu minimum terendah di provinsi ini mencapai 5,1 derajat Celsius di AWS Bromo, Kabupaten Probolinggo.
Angka tersebut merupakan hasil pengamatan suhu minimum periode 1 Juli 2026 pukul 07.01 WIB hingga 2 Juli 2026 pukul 07.00 WIB. BMKG juga menyebut kondisi udara dingin pada malam hingga pagi hari masih berpotensi terjadi selama musim kemarau.
Bromo Jadi Wilayah Terdingin di Jawa Timur
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, terdapat lima wilayah yang mencatat suhu minimum terendah pada periode tersebut. AWS Bromo di Kabupaten Probolinggo menempati posisi pertama dengan suhu 5,1 derajat Celsius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disusul Stasiun Geofisika Pasuruan Tretes 14,0 derajat Celsius, Lanud Abdul Rachman Saleh Malang 14,6 derajat Celsius, AWS Bondowoso 15,9 derajat Celsius, dan AWS Karangan Trenggalek 16,0 derajat Celsius.
BMKG juga mengingatkan rekor suhu minimum terendah di AWS Bromo tercatat 2,5 derajat Celsius yang terjadi pada 28 Agustus 2023. Berikut daftar wilayah terdingin di Jawa Timur selama bediding.
- AWSBromo, Probolinggo: 5,1°C
- Stasiun Geofisika Pasuruan Tretes: 14,0°C
- Lanud Abdul Rachman Saleh Malang: 14,6°C
- AWS Bondowoso: 15,9°C
- AWS Karangan Trenggalek: 16,0°C
Kapan Bediding di Jatim Berakhir?
BMKG memperkirakan fenomena bediding di Jawa Timur masih akan berlangsung hingga September 2026, seiring masih berlangsungnya musim kemarau. Sementara puncak bediding diperkirakan pada Agustus 2026.
PrakirawanBMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur Linda Fitrotul menjelaskan fenomena suhu dingin pada Juli hingga September merupakan kondisi yang normal saat musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi angin monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering ke wilayah Indonesia.
"Fenomena suhu dingin pada Juli, Agustus, hingga September merupakan hal yang wajar. Saat ini kita berada pada musim kemarau yang dipengaruhi monsun Australia yang membawa massa udara dingin dan kering," kata Linda saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).
Menurut Linda, minimnya tutupan awan juga membuat panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih mudah dilepaskan kembali ke atmosfer saat malam hari. Akibatnya, suhu udara turun lebih drastis, terutama pada malam hingga menjelang pagi.
Fenomena ini tidak hanya dirasakan kota-kota terdingin seperti Batu dan Malang, tetapi hampir seluruh wilayah Jatim. Daerah dengan ketinggian yang lebih tinggi, seperti Malang, Batu, hingga Bromo, umumnya merasakan suhu yang lebih rendah dibandingkan wilayah dataran rendah.
Apa Itu Bediding?
Bediding merupakan fenomena alam yang hampir selalu muncul pada musim kemarau, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan seperti Jawa Timur. Menurut BMKG Stasiun Klimatologi Jatim, bediding adalah kondisi suhu udara malam hingga pagi hari terasa lebih dingin dibandingkan biasanya saat musim kemarau.
Istilah bediding berasal dari bahasa Jawa yang berarti udara terasa dingin atau menusuk. Meski suhu udara turun cukup signifikan, BMKG menegaskan fenomena ini bukan cuaca ekstrem, melainkan bagian dari siklus musim kemarau yang normal.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah dataran tinggi, untuk menjaga kondisi kesehatan selama fenomena bediding berlangsung.
Masyarakat disarankan mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas pada malam dan pagi hari, terutama balita, lansia, serta penderita penyakit saluran pernapasan.
Selain itu, petani dan peternak di wilayah pegunungan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak suhu rendah.
Terutama jika terjadi embun es (frost) yang dapat mempengaruhi tanaman maupun kondisi ternak para petani dan peternak.
Masyarakat juga diimbau rutin memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG selama musim kemarau berlangsung.
(irb/hil)
