Mengenal 'Segitiga Bermuda Indonesia' Lokasi KM Virgo Terbalik

Mengenal 'Segitiga Bermuda Indonesia' Lokasi KM Virgo Terbalik

Aprilia Devi - detikJatim
Selasa, 15 Sep 2026 14:15 WIB
Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (dok.Basarnas)
Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (Foto: dok.Basarnas)
Surabaya -

Perairan Masalembo kembali menjadi sorotan setelah KM Virgo Transport 8 terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Kapal rute Surabaya-Banjarmasin itu membawa 243 orang dan sebelumnya dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum hilang kontak.

Berdasarkan data hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 108 orang telah dievakuasi, enam orang meninggal dunia, sementara 129 lainnya masih dalam pencarian.

Lokasi terbaliknya KM Virgo Transport 8 mengingatkan pada perairan Masalembo yang dikenal dengan istilah 'Segitiga Bermuda Indonesia'. Hal itu sebab rentetan kecelakaan kapal dan pesawat yang pernah terjadi di sekitarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepulauan Masalembo sendiri merupakan gugusan pulau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kawasan tersebut berada di pertemuan Laut Jawa dan Selat Makassar.

ADVERTISEMENT

Julukan 'Segitiga Bermuda Indonesia' melekat karena panjangnya catatan kecelakaan di kawasan tersebut. Tragedi awalnya adalah tenggelamnya KMP Tampomas II pada 27 Januari 1981. Kapal tersebut terbakar sebelum akhirnya karam di sekitar Kepulauan Masalembo. Kapal itu membawa 1.000 penumpang dan 82 awak kapal.

Setelah tragedi Tampomas II, kecelakaan lain kembali tercatat. Pada 29 Desember 2006, KM Senopati Nusantara mengalami musibah saat berlayar dari Kumai menuju Semarang. Kapal tersebut membawa 628 orang.

Tak hanya kapal, kecelakaan pesawat juga pernah terjadi di kawasan yang bersinggungan dengan Masalembo. Pada 1 Januari 2007, Adam Air Penerbangan 574 rute Jakarta-Surabaya-Manado hilang kontak. Pesawat tersebut membawa 102 orang dan seluruhnya meninggal dunia.

Disusul sejumlah kecelakaan lain yakni tiga kampal tenggelam beruntun pada 2007, kapal kargo karam pada 2008, kecelakaan KM Teratai Prima 2009, KMP Mutiara Sentosa I terbakar di tahun 2017, hingga terbaru kecelakaan KM Virgo Transport 8.

Masalembo sendiri berada di kawasan pertemuan Laut Jawa dan Selat Makassar. Arus di Laut Jawa dipengaruhi musim, sementara dari arah Selat Makassar terdapat Arus Lintas Indonesia atau Arlindo. Kombinasi angin, arus, gelombang, dan perubahan cuaca dapat membuat kondisi laut berubah cepat.

Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Dr. Daryono juga menjelaskan karakteristik perairan Laut Jawa bagian timur. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki arus yang sangat kuat.

"Bahwa perairan Laut Jawa bagian timur dikenal memiliki arus laut yang sangat kuat karena menjadi titik pertemuan antara Arus Lintas Indonesia (Arlindo) dari Selat Makassar, Laut Jawa, dan Laut Flores. Inilah mengapa zona ini ada yang menyebutnya sebagai Segitiga Masalembo," kata Daryono saat dikonfirmasi detikJatim, Selasa (15/8/2026).

Kondisi itu juga diperparah dengan adanya embusan angin yang dapat memicu potensi gelombang tinggi di kawasan perairan.

"Kondisi tersebut diperparah oleh hembusan angin monsun timur saat ini yang memicu potensi gelombang setinggi di Laut Jawa bagian timur," imbuhnya.



(auh/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads