Tahun ajaran baru 2026 kali ini menorehkan cerita tersendiri bagi SDN Gunungsari 4 Kota Batu. Sekolah yang dikenal dengan sebutan SD Satap (Satu Atap) karena terintegrasi dengan SMP ini tercatat hanya mendapatkan delapan siswa baru.
Pihak sekolah tidak lagi kaget dengan jumlah siswa baru yang minim tersebut. Sebab, kondisi kekurangan murid di SD Satap sudah dirasakan selama bertahun-tahun.
"Stabil, untuk tahun ajaran baru 2026 ini kami dapat delapan siswa karena tiap tahun seperti itu," ujar Kepala Sekolah SDN Gunungsari 4, Hendi saat dihubungi detikJatim, Senin (13/7/2026).
Minimnya jumlah siswa diperkuat dengan data jumlah siswa murid yang ada. Hendi mengungkapkan, jumlah murid dari kelas 1 hingga 6 berkisar di angka satu digit per kelasnya.
"Sepengetahuan saya jumlah siswa sedikit ini sudah terjadi sejak lama. Buktinya, jumlah murid sekarang kelas 1-6 itu ada yang per kelas 4 siswa dan paling banyak 9 siswa," ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai penyebab sepinya peminat, Hendi membeberkan faktor lokasi dan jumlah penduduk sekitar menjadi pemicu utama. Sekolah ini berada di kawasan yang minim populasi.
"Letak sekolah kan terpencil, jumlah penduduk cuman ada 4 RT dan 1 RW jadi jumlah kelahiran sedikit," terang Hendi.
Akibat kondisi lokasi yang terpencil, total keseluruhan murid yang mengenyam pendidikan di SDN Gunungsari 4 dari kelas satu hingga enam, tidak lebih dari 50 siswa.
"Total saat ini dari kelas 1-6 ada 41 siswa," tandasnya.
Simak Video "Ikut Parade Berwarna di Museum Angkut Kota Batu"
(auh/hil)