Belasan SD Negeri di Trenggalek Sepi Pendaftar, Ada yang Nihil

Belasan SD Negeri di Trenggalek Sepi Pendaftar, Ada yang Nihil

Adhar Muttaqin - detikJatim
Senin, 29 Jun 2026 22:15 WIB
Ilustrasi siswa pulang sekolah. Kapan mulai libur sekolah 2026?
Ilustrasi Sekolah Dasar (Foto: Gemini AI)
Trenggalek -

Belasan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Trenggalek tercatat minim pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Bahkan, salah satu sekolah sama sekali tidak ada yang mendaftar.

Dari data pada website resmi SPMB Trenggalek setidaknya terdapat 18 SD yang memiliki pendaftar kurang dari tiga murid. Sekolah paling minim peminat adalah SDN 3 Karangturi karena sama sekali tidak ada pendaftar hingga penutupan.

Sementara itu lima sekolah hanya mendapatkan dua pendaftar, yaitu SDN 1 Dompyong, SDN 2 Parakan, SDN 2 Pucanganak, SDN 3 Sumurup dan SDN 3 Widoro. 12 sekolah sisanya memperoleh tiga pendaftar, di antaranya SDN 1 Wonoanti, SDN 2 Dompyong, SDN 2 Ngadisuko, SDN 2 Sukorame, SDN 2 Sukowetan, SDN 2 Sumbergedong, SDN 3 Joho, SDN 3 Malasan, SDN 3 Pogalan, SDN 6 Jombok, SDN 7 Jombok dan SDN Kayen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Trenggalek, Tanto Riyadi, membenarkan adanya belasan SD yang kekurangan murid. Sekolah-sekolah tersebut bervariasi, ada yang di perkotaan dan pinggiran.

ADVERTISEMENT

"Tahapan SPMB sudah selesai. Untuk SD sudah selesai dua hari yang lalu dan sesuai aturan kami tidak akan membuka gelombang dua," kata Tanto, Senin (29/6/2026).

Dijelaskan sepinya pendaftar tersebut diakibatkan oleh sejumlah faktor, di antaranya minimnya jumlah potensi peserta didik di lingkungan sekitar sekolah, serta tingkat persaingan antarsekolah.

"Yang paling dominan adalah potensi murid yang minim, ini terbukti di beberapa sekolah yang tahun lalu sepi pendaftar, tahun ini justru bertambah. Nah, kalau persaingan ya ada tapi tidak dominan," jelasnya.

Terkait kondisi tersebut dinas pendidikan tidak akan melakukan regrouping sekolah, alasannya keberadaan lembaga pendidikan tersebut masih sangat dibutuhkan untuk melayani warga sekitar.

Rencananya pihaknya akan melakukan redistribusi siswa yang belum sempat diterima di sekolah yang diinginkan untuk masuk ke sekolah di sekitarnya yang masih memiliki kuota.

"Jadi bukan pendaftar lagi, tapi redistribusi. Proses ini tentu akan dikonsultasikan dengan keinginan siswa dan wali murid," jelasnya.

Pihaknya berharap seluruh calon siswa baru bisa tertampung di seluruh lembaga pendidikan yang ada di Trenggalek, baik swasta atau negeri. Pengentasan siswa putus sekolah tersebut menjadi hal paling penting untuk mendukung program wajib belajar.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads