Konten seorang petani yang diterbangkan menggunakan drone hingga belasan meter di atas permukaan tanah sempat menghebohkan media sosial. Setelah menjadi sorotan publik, pengunggah video tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf.
Polisi pun mengungkap fakta di balik video viral itu sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan drone di luar peruntukannya karena membahayakan keselamatan.
Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47), yang mengunggah video melalui akun TikTok @mbahkaruhon, mengakui penggunaan drone tersebut tidak sesuai dengan fungsinya. Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar bahwa lokasi pengambilan video bukan berada di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.
Dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial, Budianto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan.
"Perkenalkan saya atas nama Budianto, biasa disebut di akun TikTok @mbahkaruhon, mengklarifikasi bahwa saya yang mengunggah video petani naik drone tersebut bukan dibuat di wilayah Kabuh, Jombang," kata Budianto dalam video klarifikasi yang dilihat detikJatim, Minggu (12/7/2026).
Ia menegaskan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
"Atas kegaduhan video tersebut, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat di manapun berada. Dan akan saya sampaikan kepada mitra saya bahwa hal tersebut sangat berbahaya, serta tidak akan mengulanginya lagi," ujarnya.
Saat dikonfirmasi detikJatim, Budianto menjelaskan drone yang digunakan merupakan drone sewaan. Namun, ia mengakui penggunaannya tidak sesuai dengan fungsi sebenarnya.
"Klarifikasi mohon maaf atas penggunaan drone tidak sesuai fungsinya. Saya hanya petani biasa, drone itu saya sewa," ujarnya.
Ia juga berharap persoalan tersebut tidak menyeret mitra taninya.
Polisi Ungkap Lokasi Sebenarnya
Polisi kemudian melakukan penelusuran terhadap video viral tersebut. Kapolsek Kabuh AKP Yogie Pratama mengatakan, pihaknya meminta keterangan Budianto karena yang bersangkutan merupakan warga Kecamatan Kabuh sekaligus pengunggah video.
Menurut Yogie, tujuan klarifikasi bukan semata-mata penyelidikan, melainkan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan drone sesuai peruntukannya.
"Tujuan utama kami menyampaikan imbauan. Sedangkan yang bersangkutan (Budianto), menyampaikan permintaan maaf karena kontennya sudah membuat gaduh, serta drone itu bukan untuk mengangkut manusia, tapi untuk pupuk," jelasnya kepada detikJatim, Minggu (12/7/2026).
Hasil penelusuran menunjukkan video tersebut direkam di perkebunan pisang Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, bukan di Jombang seperti yang sempat diyakini banyak warganet.
Sosok yang diterbangkan menggunakan drone adalah Daeman (53), petani pisang yang menjadi mitra PT Bina Tani Makmur Jombang. Dalam video tersebut, Daeman diterbangkan hingga ketinggian sekitar 15 meter dan menempuh jarak kurang lebih satu kilometer.
Yogie menjelaskan, video awalnya dibuat oleh petani mitra dan hanya dijadikan status WhatsApp. Budianto kemudian mengunduhnya dan mengunggah ulang ke media sosial.
Motifnya, kata Yogie, hanya untuk hiburan sekaligus meningkatkan jumlah pengikut akun media sosial.
"Dia (Budianto) posting video itu saat di Kabuh. Ketika video itu diunduh, yang tedeteksi lokasi uploadnya di Kabuh. Sehingga banyak yang salah mengira video itu direkam di Jombang, padahal itu di luar wilayah Jombang," terang Yogie.
Simak Video "Video: Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun di Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang"
(irb/hil)