Heboh Video Petani Terbang Pakai Drone Berujung Minta Maaf

Heboh Video Petani Terbang Pakai Drone Berujung Minta Maaf

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Senin, 13 Jul 2026 09:22 WIB
ScreenshotVideo permintaan maaf usai viral petani naik drone.
Video permintaan maaf usai viral petani naik drone/Foto: Istimewa
Jombang -

Konten seorang petani yang diterbangkan menggunakan drone hingga belasan meter di atas permukaan tanah sempat menghebohkan media sosial. Setelah menjadi sorotan publik, pengunggah video tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Polisi pun mengungkap fakta di balik video viral itu sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan drone di luar peruntukannya karena membahayakan keselamatan.

Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47), yang mengunggah video melalui akun TikTok @mbahkaruhon, mengakui penggunaan drone tersebut tidak sesuai dengan fungsinya. Ia juga meluruskan informasi yang sempat beredar bahwa lokasi pengambilan video bukan berada di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petani naik drone di TubanPetani naik drone di Tuban Foto: Dok. Istimewa

Dalam video klarifikasi yang beredar di media sosial, Budianto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan.

ADVERTISEMENT

"Perkenalkan saya atas nama Budianto, biasa disebut di akun TikTok @mbahkaruhon, mengklarifikasi bahwa saya yang mengunggah video petani naik drone tersebut bukan dibuat di wilayah Kabuh, Jombang," kata Budianto dalam video klarifikasi yang dilihat detikJatim, Minggu (12/7/2026).

Ia menegaskan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

"Atas kegaduhan video tersebut, saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat di manapun berada. Dan akan saya sampaikan kepada mitra saya bahwa hal tersebut sangat berbahaya, serta tidak akan mengulanginya lagi," ujarnya.

Saat dikonfirmasi detikJatim, Budianto menjelaskan drone yang digunakan merupakan drone sewaan. Namun, ia mengakui penggunaannya tidak sesuai dengan fungsi sebenarnya.

"Klarifikasi mohon maaf atas penggunaan drone tidak sesuai fungsinya. Saya hanya petani biasa, drone itu saya sewa," ujarnya.

Ia juga berharap persoalan tersebut tidak menyeret mitra taninya.

Polisi Ungkap Lokasi Sebenarnya

Polisi kemudian melakukan penelusuran terhadap video viral tersebut. Kapolsek Kabuh AKP Yogie Pratama mengatakan, pihaknya meminta keterangan Budianto karena yang bersangkutan merupakan warga Kecamatan Kabuh sekaligus pengunggah video.

Menurut Yogie, tujuan klarifikasi bukan semata-mata penyelidikan, melainkan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan drone sesuai peruntukannya.

"Tujuan utama kami menyampaikan imbauan. Sedangkan yang bersangkutan (Budianto), menyampaikan permintaan maaf karena kontennya sudah membuat gaduh, serta drone itu bukan untuk mengangkut manusia, tapi untuk pupuk," jelasnya kepada detikJatim, Minggu (12/7/2026).

Hasil penelusuran menunjukkan video tersebut direkam di perkebunan pisang Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, bukan di Jombang seperti yang sempat diyakini banyak warganet.

Sosok yang diterbangkan menggunakan drone adalah Daeman (53), petani pisang yang menjadi mitra PT Bina Tani Makmur Jombang. Dalam video tersebut, Daeman diterbangkan hingga ketinggian sekitar 15 meter dan menempuh jarak kurang lebih satu kilometer.

Yogie menjelaskan, video awalnya dibuat oleh petani mitra dan hanya dijadikan status WhatsApp. Budianto kemudian mengunduhnya dan mengunggah ulang ke media sosial.

Motifnya, kata Yogie, hanya untuk hiburan sekaligus meningkatkan jumlah pengikut akun media sosial.

"Dia (Budianto) posting video itu saat di Kabuh. Ketika video itu diunduh, yang tedeteksi lokasi uploadnya di Kabuh. Sehingga banyak yang salah mengira video itu direkam di Jombang, padahal itu di luar wilayah Jombang," terang Yogie.

Drone Dimodifikasi untuk Pertanian

Sebelumnya, Budianto juga telah mengklarifikasi bahwa narasi petani pulang-pergi ke sawah menggunakan drone tidak benar. Video tersebut sengaja dibuat sebagai konten hiburan digital.

Ia menjelaskan, pria yang diterbangkan merupakan mitra kerjanya bernama Daeman.

"Perlu kami sampaikan bahwa penggunaan drone yang sebenarnya di lahan kami hanya difungsikan untuk membantu operasional pertanian, yaitu untuk mengangkut bibit, pupuk, dan hasil panen ke area lahan tanam," kata Budianto saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (9/7/2026).

Drone yang digunakan merupakan agriculture drone yang telah dimodifikasi sehingga mampu mengangkut logistik hingga 150 kilogram. Perangkat tersebut selama ini digunakan untuk menyemprot pestisida cair, pupuk cair, serta membantu distribusi bibit, pupuk, dan hasil panen di lahan pertanian.

Polisi Ingatkan Bahaya Penggunaan Drone

Meski demikian, polisi mengingatkan penggunaan drone untuk mengangkut manusia sangat berbahaya. Sebab, hingga kini belum ada regulasi maupun lisensi penggunaan drone pertanian sebagai alat transportasi manusia.

Kapolsek Kabuh mengatakan pihaknya telah meminta Budianto mengingatkan seluruh mitra taninya agar tidak lagi membuat konten serupa.

"Jangan menggunakan drone yang tidak sesuai peruntukannya. Karena belum ada lisensi drone itu digunakan mengangkut manusia. Imbauan ini sekaligus untuk antisipasi kalau terjadi apa-apa, misalnya kecelakaan, yang pasti pemilik lahan, pemilik drone yang dimintai pertanggungjawaban kalau dituntut oleh pihak keluarga korban," jelasnya kepada detikJatim, Minggu (12/7/2026).

Yogie kembali menegaskan Budianto telah menyampaikan permintaan maaf karena konten tersebut memicu kegaduhan sekaligus berpotensi ditiru masyarakat.

"Yang bersangkutan (Budianto) meminta maaf karena sudah membuat gaduh. Kemudian drone itu bukan untuk manusia, tapi untuk pupuk," tandas Yogie.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun di Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang"
[Gambas:Video 20detik] (irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads