Bak Doraemon Petani di Tuban Viral Terbang Pakai Drone

Round Up

Bak Doraemon Petani di Tuban Viral Terbang Pakai Drone

Amir Baihaqi - detikJatim
Kamis, 09 Jul 2026 06:30 WIB
Petani naik drone di Tuban
Daeman, petani di area perkebunan Desa Sembungrejo, Merakurak, Kabupaten Tuban (Foto: Dok. Istimewa)
Tuban -

Sebuah video yang menampilkan seorang petani dengan narasi pulang-pergi ke ladang terbang dengan drone viral di media sosial. Dari penelusuran detikJatim, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Merakurak, Tuban.

Dalam rekaman video amatir tersebut, seorang pria tampak tenang terbang diangkat drone mengudara bak film kartun Doraeman dengan baling-baling bambunya. Drone tersebut mampu mengangkat tubuh petani itu hingga ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan tanah dan menempuh jarak hingga 1 km dalam satu kali penerbangan.

Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47) sebagai pemilik akun yang mengunggah video tersebut mengakui video itu adalah konten yang bertujuan meningkatkan pengikut di akun media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut video tersebut diambil di area perkebunan Desa Sembungrejo, Merakurak, Kabupaten Tuban. Sementara yang berada dalam video adalah kepala area perkebunan sekaligus mitra kerjanya bernama Daeman (53).

"Perlu kami sampaikan bahwa penggunaan drone yang sebenarnya di lahan kami hanya difungsikan untuk membantu operasional pertanian, yaitu untuk mengangkut bibit, pupuk, dan hasil panen ke area lahan tanam," kata Budianto saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (9/7/2026).

ADVERTISEMENT

Drone itu disebut digunakan untuk menyemprot cairan pestisida serta pupuk cair ke tanaman di lahan dari ketinggian agar lebih efektif. Terlebih untuk menjangkau area di medan yang sulit.

Menurut Budianto, alat terbang yang digunakan merupakan hasil modifikasi dari drone pertanian dengan kapasitas daya angkut sekitar 150 kg untuk operasional perkebunan.

Ia pun memastikan aktivitas yang beredar dalam video bukan merupakan metode atau alat transportasi kerja yang diterapkan untuk para petani maupun pekerja di lahannya. "Drone tidak digunakan untuk mengangkut orang," tegasnya.

Petani naik drone di TubanPetani terbang dengan drone di Merakurak Tuban (Foto: Dok. Istimewa)

Sesuai tujuannya, drone itu pun dipastikan hanya untuk kebutuhan distribusi pupuk, bibit, hingga mengangkut hasil panen.

"Awalnya ya untuk pupuk, untuk bibit dan ke depannya nanti kalau sudah panen ya untuk ngangkut hasil panen," tutur Budianto.

Senada, Daeman yang terbang dengan drone juga membenarkan bahwa video dirinya yang terbang dengan drone hanya konten. Pria asal Jombang itu tak menyangka video tersebut viral.

"Awalnya kita kan hanya konten. Itu aja sih," kata Daeman kepada detikJatim.

Menurut Daeman, penggunaan teknologi canggih ini dipilih karena akses menuju lahan garapannya sulit dilalui kendaraan bermotor. Ia menyebut drone ini menjadi solusi jitu untuk memangkas waktu dan tenaga.

Petani naik drone di TubanDrone petani di Merakurak Tuban punya daya angkut 150 kg (Foto: Dok. Istimewa)

"Jadi 100 kilo pupuk sama pisang. Oh satu baterai kalau jarak 1 kilo sudah 3 kali-an (bisa mengangkut). Akses. Ini itu ada tambak nggak bisa, jalan motor nggak bisa. Sangat efektif. Kan hanya perjalanan berapa menit," ungkapnya.

Daeman menambahkan, inovasi penggunaan drone ini baru ia terapkan tahun ini. Meski kini aksinya viral, ia mengaku belum berencana untuk menyewakan alat tersebut kepada pihak lain.

"Baru tahun ini. Mungkin nggak, nggak disewakan," tandas Daeman.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads