Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47) akhirnya meminta maaf setelah konten drone mengangkut petani yang dia posting viral di medsos. Polisi pun mengimbau petani pisang maupun masyarakat lainnya tidak melakukan aksi yang sama demi menjaga keselamatan.
Kapolsek Kabuh AKP Yogie Pratama menjelaskan, pihaknya telah menggali informasi dari Budianto pada Rabu (8/7) setelah video drone mengangkut petani pisang itu viral. Sebab Budianto merupakan warga Kecamatan Kabuh.
Selain menggali fakta-fakta di balik video viral tersebut, pihaknya juga menyampaikan imbauan kepada Budianto agar para petani mitranya tidak membuat konten serupa. Menurut Yogi, imbauan tersebut sekaligus untuk masyarakat luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan menggunakan drone yang tidak sesuai peruntukannya. Karena belum ada lisensi drone itu digunakan mengangkut manusia. Imbauan ini sekaligus untuk antisipasi kalau terjadi apa-apa, misalnya kecelakaan, yang pasti pemilik lahan, pemilik drone yang dimintai pertanggungjawaban kalau dituntut oleh pihak keluarga korban," jelasnya kepada detikJatim, Minggu (12/7/2026).
Video yang viral itu direkam di perkebunan pisang Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Sosok yang diterbangkan drone tersebut yakni Daeman (53), petani pisang mitra PT Bina Tani Makmur Jombang. Daeman terbang dengan ketinggian sekitar 15 meter dan menempuh jarak sekitar 1 kilometer.
Video tersebut dibuat oleh petani mitra di Desa Sembungrejo, lalu dipakai status WhatsApp. Budianto pun mengunduhnya, lalu mengunggahnya di akun medsosnya. Motifnya sekadar iseng, lucu-lucuan, sekaligus untuk mendongkrak pengikut akun medsosnya.
Ketika di Polsek Kabuh, Budianto pun menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Sebab video yang viral telah membuat gaduh, serta konten tersebut berbahaya apabila ditiru orang lain.
Pasalnya, drone yang digunakan menerbangkan petani itu untuk mengangkut logistik pertanian. Ditambah lagi di Indonesia belum ada regulasi drone untuk mengangkut manusia.
"Yang bersangkutan (Budianto) meminta maaf karena sudah membuat gaduh. Kemudian drone itu bukan untuk manusia, tapi untuk pupuk," tandas Yogie.
Sebelumnya, Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto telah mengonfirmasi kalau narasi petani pulang-pergi ke sawah diterbangkan dengan drone adalah tidak benar. Video tersebut sengaja dibuat sebagai materi hiburan digital demi mendongkrak popularitas akun media sosial miliknya. Sosok pria yang terbang di dalam video adalah mitra kerjanya bernama Daeman (53).
Drone tersebut rupanya khusus untuk pertanian (agriculture drone) yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Sehingga memiliki kapasitas angkut logistik hingga 150 kilogram. Fungsinya antara lain untuk menyemprotkan pestisida cair, serta mengangkut bibit, pupuk dan hasil panen.
