Polisi mengungkap sejumlah fakta di balik video viral yang memperlihatkan seorang petani diterbangkan menggunakan drone. Hasil penelusuran menunjukkan video tersebut direkam di Kabupaten Tuban, bukan di Jombang seperti yang sempat diyakini banyak warganet.
Kapolsek Kabuh AKP Yogie Pratama mengatakan pihaknya telah meminta keterangan Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto (47), karena pria tersebut merupakan warga Kecamatan Kabuh sekaligus pengunggah video viral itu.
Menurut Yogie, klarifikasi dilakukan untuk meluruskan informasi yang beredar sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan drone yang sesuai peruntukannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan utama kami menyampaikan imbauan. Sedangkan yang bersangkutan (Budianto), menyampaikan permintaan maaf karena kontennya sudah membuat gaduh, serta drone itu bukan untuk mengangkut manusia, tapi untuk pupuk," jelasnya kepada detikJatim, Minggu (12/7/2026).
Video yang viral itu direkam di perkebunan pisang Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Sosok yang diterbangkan drone tersebut yakni Daeman (53), petani pisang mitra PT Bina Tani Makmur Jombang. Daeman terbang dengan ketinggian sekitar 15 meter dan menempuh jarak sekitar 1 kilometer.
Video tersebut awalnya hanya dipakai status WhatsApp oleh petani mitra. Budianto pun mengunduhnya, lalu diposting di akun medsosnya. Motifnya sekadar iseng, lucu-lucuan, sekaligus untuk mendongkrak pengikut akun medsosnya.
"Dia (Budianto) posting video itu saat di Kabuh. Ketika video itu diunduh, yang tedeteksi lokasi uploadnya di Kabuh. Sehingga banyak yang salah mengira video itu direkam di Jombang, padahal itu di luar wilayah Jombang," terang Yogie.
Sebelumnya, Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto telah mengonfirmasi kalau narasi petani pulang-pergi ke sawah diterbangkan dengan drone adalah tidak benar. Video tersebut sengaja dibuat sebagai materi hiburan digital demi mendongkrak popularitas akun media sosial miliknya. Sosok pria yang terbang di dalam video adalah mitra kerjanya bernama Daeman (53).
Drone tersebut rupanya khusus untuk pertanian (agriculture drone) yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Sehingga memiliki kapasitas angkut logistik hingga 150 kilogram. Fungsinya antara lain untuk menyemprotkan pestisida cair, serta mengangkut bibit, pupuk dan hasil panen.
