Dua Dekade, Kasus HIV/AIDS di Tulungagung Tembus 4.498 Orang

Adhar Muttaqin - detikJatim
Minggu, 07 Jun 2026 22:40 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS. (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Selama dekade terakhir jumlah temuan Human Immunodeficiency Virus (HIV/AIDS) di Tulungagung mencapai 4.498 kasus. Dari jumlah itu 1.298 di antaranya telah meninggal dunia.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung Ifada Nur Rohmaniah, mengatakan temuan Orang dengan HIV (Odhiv) tersebut berhasil terlacak setelah dilakukan upaya penelusuran secara kontinyu oleh Dinas Kesehatan Tulungagung bersama jajaran terkait.

"Angka secara komulatif sejak 2006-2026 tercatat ada 4.498 kasus. Jadi setiap tahun terus dilakukan pelacakan dan ditemukan dalam jumlah puluhan hingga ratusan kasus," kata Ifada, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya tim terpadu dari berbagai instansi saat ini terus berupaya untuk melakukan penanggulangan dan pendampingan bagi para Odhiv agar melakukan pengobatan.

Di sisi lain penguatan dari sisi psikososial juga dilakukan, termasuk pemberian bantuan pangan hingga pendampingan terhadap keluarga.

"Tentunya itu bentuk komitmen daerah bahwa respon isu HIV itu bukan hal sementara tapi kan memang seterusnya," ujarnya.

Pihaknya mengaku juga sering mengumpulkan para Odhiv untuk menjalani pembinaan dan pembuatan secara bersama-sama, baik dari sisi kesehatan hingga keagamaan. Dengan upaya itu diharapakan mereka semakin kuat dan dapat menekan stigma negatif.

Sementara itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Tulungagung dr Aris Setiawan, menjelaskan dari ribuan kasus tersebut 3.242 di antaranya telah terjangkau oleh obat ARV.

Data di dinkes tercatat 1.476 orang masih dalam pengobatan. Sementara itu sebagian di antaranya putus berobat selama lebih dari 24 bulan. Keberlanjutan pengobatan dan keteraturan kontrol masih menjadi PR bagi dinas kesehatan.

"Memang betul masih ditemukan sejumlah kasus putus layanan, di antaranya 50 orang tidak hadir kontrol kurang dari 3 bulan, 246 orang gagal follow-up antara 3-24 bulan, serta 1.152 orang tidak aktif lebih dari 24 bulan," kata dr Aris.

Pihaknya berharap kolaborasi lintas sektor dapat membantu para Odhiv di Tulungagung untuk aktif menjalani pengobatan, sehingga angka harapan hidup bisa lebih panjang.

"Harapannya bahwa apa yang memang saat ini kita belum optimal, kita bisa dorong. Kita bisa dampingi. Kita bisa memenuhi apa yang memang seharusnya mereka bisa dapat," imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung, Desi Lusiana Wardani, menjelaskan saat ini layanan obat ARV telah tersedia di belasan rumah sakit dan puluhan puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Untuk teman-teman Odhiv yang ingin mengakses ARV sudah bisa didapatkan di 32 puskesmas ditambah empat klinik testing dan di 13 rumah sakit," kata Desi.

Untuk mengakses ARV tersebut para pasien diharapkan datang sendiri ke layanan kesehatan. Harapannya selain memberikan layanan obat, pihak medis juga dapat memantau langsung kondisie fisik pasien.

Tidak hanya layanan ARV mayoritas fasilitas kesehatan di Tulungagung juga memiliki layanan HIV. Sehingga bisa melakukan skrining maupun layanan pemeriksaan.

"Untuk setiap wanita usia produktif pasti akan melewati skrining tersebut. Kemudian Ibu hamil atau pada saat dia akan melahirkan itu juga kita lakukan skrining untuk bersama. Sehingga kita bisa memantau dalam artian apakah ada penambahan kasus baru," jelasnya.



Simak Video "Video: Bupati Tertangkap OTT KPK, Pendopo Tulungagung Ditutup"

(abq/dpe)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork